Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Harga Properti di Beijing Tetap Kuat Tahun 2010
Robert Adhi Ksp | ksp | Senin, 22 Februari 2010 | 17:58 WIB
|
Share:
Properti di Beijing, China
TERKAIT:

BEIJING, KOMPAS.com - Harga properti residensial di Beijing diprediksi akan tetap kuat selama tahun 2010. Wali Kota Beijing berjanji tidak akan menggunakan langkah-langkah adminstratif untuk mengintervensi pasar.

Wali Kota Beijing Guo Jinlong mendukung membiarkan pasar real estate menemukan tingkat harganya sendiri, dan mengatakan pemerintah kota tidak akan melakukan langkah-langkah administratif untuk menekan harga properti.

Janji ini diungkapkan pertama kali oleh seorang wali kota di China daratan dan merefleksikan dilema yang dihadapi pemerintah kota dan daerah terkait persoalan permintaan pengekangan harga properti, ungkap sejumlah agen properti di China.

"Ini merupakan dilema. Di satu sisi, penjualan tanah yang kuat akan memberi pendapatan bagi pemerintah kota. Tapi di sisi lain, harga tanah yang tinggi akan mendorong pula harga rumah yang tinggi, yang menciptakan gelembung aset yang tidak mereka lihat," kata Li Wenjie, Kepala Agen Properti Centaline Cabang Beijing.

Pendapatan dari penjualan tanah bagi pemerintah daerah di China meningkat lebih dari 60 persen tahun. Kondisi ini membuat sejumlah analis memperingatkan adanya bahaya gelembung properti.

Angka yang dirilis 2 Februari oleh Kementerian Sumber Daya Lahan China menunjukkan pemerintah daerah setempat menerima 1,59 miliar triliun yuan dari penjualan 209.000 hektar tanah pada tahun 2009.

Penjualan ke para pengembang real estate naik 36,7 persen menjadi 103.000 hektar dan pendapatan penjualan tanah untuk pengembangan properti meraih angka 1,34 triliun yuan, atau 84 persen dari seluruh pendapatan.

Pemerintah kota merupakan penerima manfaat utama. Mereka cenderung menjual tanah kepada para pengembang rumah-rumah komersial daripada harus mengekang kembali harga rumah, kata Bao Zonghua, mantan Kepala Pusat Kebijakan Kementerian Perumahan dan Pengembangan Pedesaan-Perkotaan, China.

Li menyebutkan strategi pemerintah lokal seperti Beijing, akan lebih fokus menghentikan penjualan tanah yang meningkat untuk meredakan tren kenaikan harga tanah.

Sementara mengesampingkan langkah administrasi untuk mengekang kenaikan harga, Guo mengatakan pemerintahannya akan mengambil tindakan keras terhadap para pengembang yang menunda meluncurkan proyek-proyek mereka dan membiarkan lahan mangkrak karena menunggu harga naik. Langkah ini akan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah membangun atau membeli 134.000 rumah untuk disewakan maupun dijual.

Pemerintah Kota Beijing juga merencanakan menginvestasikan 100 miliar yuan atau 10 persen dari GDP Kota Beijing tahun 2009 untuk pengembangan lahan demi menstabilkan pasar real estate.

Dengan tak adanya langkah administratif seperti kenaikan pajak transaksi, Li meramalkan, permintaan pasar perumahan menengah akan menunggu kenaikan harga secara moderat. Harga cenderung tidak naik banyak karena penurunan permintaan dari para investor sebagai akibat dari kondisi ketatnya kredit yang diterapkan oleh bank-bank. Namun mereka juga tidak melihat koreksi besar sebagai persediaan terbatas, tambah Li.

Volume penjualan Beijing turun lebih dari 50 persen pada bulan Januari dibandingkan bulan Desember, menurut laporan penelitian terkini Centaline. Namun harga rumah-
rumah seken di Bejing naik 1,24 persen pada periode yang sama.

Data menunjukkan, sepanjang tahun 2009 terdapat transaksi untuk 280.000 unit rumah pada pasar sekunder dan 150.000 unit baru yang terjual, atau jumlah totalnya 430.000 unit. Jumlah ini meningkat dibandingkan jumlah unit yang terjual pada tahun 2007 sebanyak 200.000 unit.

"Meskipun volume penjualan terakhir masih berjalan 50 persen di bawah jumlah tahun 2009, pasar properti tidak akan terlalu buruk," ungkap Li. (propertywire.com/KSP)



Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?