JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) seksi West 1 sepanjang 9,7 kilometer diresmikan Wakil Presiden Boediono, Senin (22/2/10). Selain itu, Wapres juga meresmikan Jembatan Layang Cengkareng di Jakarta Barat dan Jembatan Layang Cut Meutia di Bekasi. Peresmian dilakukan bersamaan di depan Pintu Tol Kayu Besar.
Jembatan Layang Cengkareng terdiri dari dua jembatan layang yang dibangun di sisi kanan dan kiri Jalan Tol Lingkar Barat seksi West 1 yang berada di persimpangan antara Jalan Lingkar Barat dan Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Jembatan ini diharapkan mampu mengatasi kemacetan lalu lintas yang terjadi di persimpangan tersebut serta meningkatkan kualitas jalan alternatif menuju Bandara Soekarno-Hatta. Pembangunan proyek ini menelan biaya Rp 130 miliar dan dananya berasal dari APBN.
Sementara Jembatan Layang Cut Meutia, Bekasi berlokasi di ruas Jalan Arteri Nasional Cut Meutia. Pembangunan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan Cut Meutia. Sebelumnya hanya ada satu jembatan layang di daerah tersebut. Pembangunan ini memakan biaya Rp 79,8 miliar. Ke depannya, Departemen Pekerjaan Umum berencana melakukan pelebaran jembatan Kalimalang. Semula dua jalur seluas 7 meter menjadi empat lajur selebar 14 meter.
Selain kedua jembatan layang, Boediono juga meresmikan tiga jalan dan jembatan layang di daerah yaitu Jembatan Cibodas, Tangerang, Banten, juga Jalan Lingkar Karawang, Jawa Barat, dan Jembatan Batanghari II, Jambi.
Jembatan Cibodas menghubungkan arus kendaraan dari arah Serang menuju Jakarta melalui Kota Tangerang dan sebaliknya. Selain pembangunan Jembatan Cibodas, juga dilakukan jalan sepanjang 787 meter, termasuk jembatan Kali Sabi selebar 48 meter. Biaya pembangunan menelan anggaran APBN Rp 26,77 miliar.
Jalan Lingkar Karawang, Jawa Barat berlokasi di Kota Karawang, Jawa Barat. Jalan ini sebagai bagian dari jalur pantai utara Jawa. Pekerjaan meliputi pembangunan jalan lingkar sepanjang 11,47 kilometer dengan lebar 15 meter, dan terdiri dari dua arah dan empat lajur. Pembangunan menghabiskan anggaran APBN sebesar Rp 134,2 miliar. Jalan ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di kota Karawang.
Terakhir, Jembatan Batanghari II, Jambi. Pembangunan jembatan yang berlokasi di Kota Jambi ini bertujuan mendukung akses Pelabuhan Muara Sabak serta merupakan bagian dari jalan lintas timur Sumatera di Provinsi Jambi. Jembatan ini memiliki panjang 1,35 kilometer dan lebar 9 meter. Pembangunannya menggunakan dana APBN dan APBD Rp 161,37 miliar.
Diharapkan, jembatan tersebut meningkatkan akses antara kawasan hinterland Kota Jambi di bagian utara hingga ke perbatasan dengan Provinsi Riau yang dipisahkan Sungai Batanghari.
Bosowa pemegang saham mayoritas
PT Bosowa Coorporation berencana menjadi pemegang saham mayoritas pada ruas Jalan Tol Lingkar luar Jakarta (JORR) seksi W1 Kebon Jeruk–Penjaringan (Cengkareng). "Bulan Juli nanti kami akan menambah saham menjadi 52 persen. Nilainya mencapai kurang lebih Rp 250 miliar dengan demikian kami bisa mayoritas," kata CEO Bosowa Corporation Erwin Aksa usai peresmian tol tersebut.
Saat ini tol dengan dengan total investasi kurang lebih Rp 2,4 triliun itu dipegang oleh tiga konsorsium yakni PT Bangun Tjipta Sarana sebagai pemegang saham 42 persen, PT Bosowa Corporation 25 persen, dan PT Jasa Marga Tbk 23 persen. Dengan penambahan saham Bosowa menjadi 52 persen maka saham PT Bangun Tjipta Sarana akan berkurang. "Pendanaan tambahan kami ambil dari internal dan dari luar," papar Erwin.
Selain menggarap tol JORR W1, saat ini Bosowa menggarap dua tol di Makassar Sulawesi Selatan dan tol Bintaro. "Untuk berikutnya kami belum memikirkan untuk menambah investasi di tol. Kami akan coba konsolidasikan lebih lanjut. Sebab rata-rata pembangunan jalan tol terhambat masalah pembebasan tanah," kata Erwin. (HIN/ACO)

Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin
Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?