Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Bismo JJ, Vivi Yip, Fitorio, Denny Raih Penghargaan Kompetisi Desain Dewi 2009
Robert Adhi Ksp | ksp | Senin, 18 Januari 2010 | 17:21 WIB
|
Share:
Dok Dewi Award for Modern Design
Vlik, desain karya Bismo Jelantik J
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompetisi Desain Dewi Award 2009 memunculkan sejumlah produk potensial karya kreator-kreator Indonesia. Dari sembilan finalis, tim juri yang diketuai Rohadi (Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia Jakarta) akhirnya memilih Bismo Jelantik Joyodiharjo sebagai pemenang kedua (tak ada pemenang pertama), Vivi Yip (pemenang ketiga), Fitorio B Leksono (pemenang IV) dan Denny Willy (penghargaan khusus).

Kompetisi Desain ini digelar Majalah Dewi (majalah gaya hidup premium) - grup Femina, bekerja sama dengan Savana Furniture, produsen furnitur Indonesia. Apa yang ditampilkan di sini merupakan upaya untuk memeriahkan dan memperkaya pengetahuan kepada masyarakat luas melalui desain.

"Desain adalah hal yang sangat esensial untuk meningkatkan kualitas kehidupan setiap manusia di abad ke-21. Desain harus menginspirasi manusia dan budaya agar terus berkembang dan menuju pada masa depan baru. Sebagai majalah gaya hidup premium, Dewi sangat konsisten dalam mengapresiasi segala hal yang terbaik dalam kehidupan. Majalah kami senantiasa melakukan perburuan dan mengkurasi segala hasil kreativitas yang ada. Tidak hanya dalam dunia fashion, tapi juga seni, termasuk pula dunia desain di Indonesia," kata Rustika Herlambang, Redaktur Eksekutif Majalah Dewi, Senin (18/1/10).

Selain itu, apresiasi desain ditonjolkan pula dalam pameran. Eksibisi desain ini bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap perkembangan desain produk di Indonesia, memberikan kontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif tahun 2025, terutama dalam bidang industri desain produk, menjadi platform untuk pemula dan profesional untuk menunjukkan kreasi terbaiknya, dan menjadikan ajang ini sebagai forum pertemuan industri desain baik di tingkat lokal maupun internasional.

Pameran desain yang berlangsung pada 15-24 Januari 2009 di Grand Indonesia Shopping Town, East Mall, Level UG ini menampilkan karya-karya tiga desainer muda Indonesia terbaik yaitu Alvin Tjitrowirjo,  Leonard Theosabrata, serta Yolanda Kosim.

Bismo Jelantik Joyodiharjo, pemenang kompetisi desain ini menampilkan Vlik, yaitu desain yang sederhana yang diharapkan bisa menjadi solusi untuk kompleksitas gaya hidup modern., secara ergonomis benar dan mudah di-maintain. Solusi yang ditawarkan juga sederhana dan tak berlebihan. Karyua Bismo menunjukkan gaya hidup modern memiliki karakteristik yang kuat. Kebutuhannya yang berubah-ubah memerlukan setting yang fleksibel dan tampil baik, walau di dalam ruang yang terbatas. Sebuah ruang keluarga yang terbuka kini bisa disederhanakan. Baik itu untuk aktivitas Anda yang lebih formil seperti membaca buku. Atau menonton TV sambil bercengkrama dengan keluarga Anda. "Hanya dengan satu flick, Anda bisa mendapatkan keduanya," kata Bismo.

Sementara itu karya Denny Willy, yang meraih penghargaan khusus, mengembangkan produk dengan memodifikasi konstruksi teknik anyam. "Karya Denny bermanfaat bagi banyak orang," kata Rustika.

Umumnya konstruksi anyaman menggunakan struktur horizontal (leungsi) dan struktur vertikal (pakan). Namun pada produk ini, Denny hanya menggunakan salah satu struktur horisontal yang dibantu dengan perkuatan struktur melintang pada sudut pengait, sehingga iluminasi cahaya yang jatuh pada pertemuan struktur tersebut menghasilkan siluet detail sambungan (joinery system) yang sangat unik.

Pengembangan produk bambu ini merupakan upaya mengaplikasikan konsep pengembangan daerah yang terinspirasi dari gerakan satu desa satu produk (One Village One Product/OVOP) yang sukses di Jepang sejak 20 tahun lalu. Gerakan ini memotivasi para champion dan pemimpin daerah fokus pada spirit potensi daerah, spirit terhadap peningkatan bukan hanya GNP (Gross National Product) namun GNS (Gross National Satisfaction) yang berhasil menciptakan masyarakat desa yang bangga dan percaya diri.

 



Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?