Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
MRT Diintegrasikan dengan Mal dan Terminal
Rabu, 11 November 2009 | 03:17 WIB
|
Share:

Jakarta, Kompas - PT MRT Jakarta mengembangkan pola integrasi antara stasiun MRT dan mal, serta terminal di sekitarnya. Nantinya di setiap stasiun akan dibangun jalan layang atau jalur pejalan kaki ke pusat perbelanjaan atau terminal terdekat.

Kepala Humas PT MRT Jakarta Manpalagupta Sitorus, Selasa (10/11) di Jakarta Pusat, mengatakan, selain berfungsi sebagai transportasi umum, mass rapid transit (MRT) atau angkutan massal cepat juga berfungsi untuk mendorong perkembangan kawasan.

”Setiap penumpang yang turun di stasiun dapat langsung menuju ke pusat perbelanjaan atau terminal untuk melanjutkan aktivitas mereka. Dengan jumlah penumpang yang mencapai 340.000 orang per hari, aktivitas perekonomian di sekitar stasiun dapat tumbuh lebih cepat,” kata Gupta.

Pada tahap pertama, MRT akan memiliki tujuh stasiun layang dan lima stasiun di bawah tanah. Tujuh stasiun layang itu berada di Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sementara itu, stasiun bawah tanah berada di Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, dan Dukuh Atas.

Direktur Teknik PT MRT Jakarta Rachmadi mengatakan, stasiun yang dapat diintegrasikan dengan terminal bus umum adalah Blok M dan Lebak Bulus. Stasiun Dukuh Atas dapat diintegrasikan dengan stasiun KRL dan bus transjakarta.

Stasiun Fatmawati akan memiliki fasilitas tempat penitipan kendaraan agar warga dapat meninggalkan kendaraan pribadi. Stasiun yang akan diintegrasikan dengan mal, antara lain Stasiun Fatmawati, Blok M, Senayan, dan Lebak Bulus.

Direktur Operasional PT Melawai Jaya Realty Blok M Square P Simanjuntak menyambut baik rencana integrasi itu. Pihak Blok M akan membentuk estate management yang akan bertanggung jawab dalam penataan kawasan Blok M secara terpadu dengan stasiun MRT.

Saat ini, proses pembangunan MRT sudah memasuki tahap penyusunan rancangan dasar atau basic design. MRT pada jalur Lebak Bulus-Dukuh Atas sejauh 14,5 kilometer diharapkan dapat beroperasi pada 2016.

Rachmadi mengatakan, MRT Jakarta akan dilengkapi dengan berbagai peralatan berteknologi tinggi dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Semua sistem operasi dikendalikan dalam operation control center yang jauh lebih aman daripada kereta api biasa. (ECA)



Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?