Kamis, 27 November 2014
Yuk, Tengok Perumahan Seputar Bintaro
Selasa, 27 Oktober 2009 | 09:43 WIB
|
Share:

KOMPAS.com - Kalau sudah kepincut fasilitas Bintaro Jaya tapi dana tak mencukupi, cobalah tengok perumahan di sekitarnya. Harga sedikit lebih murah, kita bisa nebeng fasilitas di Bintaro Jaya.

Selatan Jakarta selalu punya pesona yang tak pemah luruh sebagai tempat hunian. Lingkungannya asri dan bersahabat, demikian alasan yang biasa diberikan para penghuni rumah di wilayah tersebut.

Salah satu primadona perumahan di sini adalah Bintaro Jaya. Perumahan ini menjadi semakin memiliki daya tarik dengan adanya tol yang menjahit Bintaro dengan Pondok Indah tahun 2005. Mereka yang akan membeli rumah di selatan Jakarta umumnya menyempatkan diri untuk menengok perumahan ini.

Bintaro Jaya dikenal dengan fasilitasnya yang lengkap, sehingga seandainya seorang penghuni tidak keluar dari kawasan itu pun tidak masalah. Di sana sudah ada sekolah, rumah sakit, mall, bankbank, supermarket, hypermarket, departement store, dan pusat onderdil. Bahkan mencari bengkel, penjahit baju, toko roti, restoran yang bersedia mengantar makanan ke rumah, sampai tukang pijat sekalipun sangat mudah.

Tapi, semua juga tahu, bahwa Bintaro Jaya adalah perumahan elite sehingga harga rumahnya pun "elite" alias mahal. Memang, masih ada juga rumah yang dijual dengan harga Rp 200 jutaan. Tapi biasanya tanahnya kecil, di bawah 100 m2.

Bila tanah sudah mencapai 100 m2, harga pun mencapai Rp 600 jutaan. Sedangkan untuk tanah yang mencapai 200 m2, harganya melambung jauh mencapai Rp 1,5 milyar atau bahkan Rp 2 milyar.

Belok Sedikit

Bila sudah terlanjur jatuh hati dengan lengkapnya fasilitas yang disediakan Bintaro Jaya tapi kocek tak bisa diajak kompromi, pilihannya adalah mencari perumahan di luar Bintaro Jaya, tapi .masih di dalam kelurahan Bintaro atau minimal dekat dengan Bintaro Jaya. Biasanya harga rumahnya sedikit lebih murah, tapi kita tetap bisa menikmati segala kenyamanan yang diberikan Bintaro Jaya.

Tapi Anda jangan dulu cepat-cepat membayangkan bisa mendapatkan rumah di bawah Rp 200 juta. Ada, tapi sangat jarang. Harga tanah per meter perseginya memang lebih murah dibandingkan yang sudah masuk dalam kompleks Bintaro Jaya, tapi umumnya perumahan perumahan ini menjual dalam satuan yang lebih luas.

Pilihan perumahannya cukup beragam, ada yang berbentuk klaster, ada juga yang berbentuk town house. Kebanyakan lahannya tidak terlalu luas dengan jumlah unit yang juga tidak terlalu banyak. Kelasnya pun bervariasi, mulai dari yang harganya Rp 180 jutaan sampai Rp 1,5 miyar. Yang menari di daerah ini mulai bermunculan perumahan-perumahan milik pribadi. Biasanya mereka sudah memiliki tanah sejak dulu dan dimanfaatkan untuk usaha. Melihat prospek bisnis properti yang menjanjikan, mereka pun membangun perumahan "mini" di atastanahnya.

Perumahan milik pribadi seperti ini biasanya tidak bekerja sama dengan bank, walaupun kita tetap bisa menggunakan fasilitas KPR dari bank manapun. Mereka juga biasanya menuntut DP 30 persen karena dana ini akan digunakan untuk pembangunan rumah.

Suharto, pemilik Bintaro Home Residence adalah salah sat contohnya. Tanahnya yang semula digunakan untuk usaha bengkel, sekarang dialihkan menjadi perumahan mungil dengan rencana hanya 15 rumah. "Di JI. Rajawali, Merpati, dan Kepodang, juga ada tanah pribadi yang dibikin jadi perumahan," kata Suharto.

Jurangmangu

Ada dua daerah yang bisa dikatakan dekat dengan Bintaro Jaya, yaitu Jurangmangu dan Kampung Sawah. Jurangmangu adalah desa di kecamatan Pondok Aren. Tidak banyak perumahan yang ada di areal ini. Kami hanya  menemukan dua perumahan yaitu Mega Persada Residence dan Bintaro Home Residence. Karena jaraknya sangat dekat dengan Bintaro Jaya-ada jalan pintas melalui STAN menuju Bintaro Plaza-Suharto tak ragu memasang harga Rp 750 juta untuk rumah dua lantai seluas 160 m2 di atas tanah 108 m2.

Mega Persada Residence, yang sudah dipasarkan lebih dulu, dari 60 unit yang tersedia tinggal 3 unit yang belum terjual. Sedangkan Bintaro Home Residence baru mulai dipasarkan pertengahan Agustus 2009 lalu.

Kampung Sawah

Pilihan di Kampung Sawah lebih banyak; ada di JI. Merpati, JI. Cendrawasih, dan JI. Ki Hajar Dewantoro. Kampung Sawah terletak di dekat sektor 9, bisa diakses melalui Bintaro Jaya, Ciputat, atau Kampung Utan.

Di Kampung Sawah ini antara lain terdapat town house Tamarind yang berada di JI. Cendrawasih. Hanya terdiri dari 26 unit, rumah di town house ini dirancang oleh arsitek ternama yaitu Yori Antar.

Melihat desain arsitektur rumahnya, cukup beralasan bila satu unit rumah di sini paling murah dijual seharga Rp 820 jutaan dengan luas tanah 117 m2 dan luas bangunan 126 m2. Ini sudah termasuk bonus lampu, taman, 2 pompa air, kompor, cooker hood, dan instalasi AC. Kalau tidak jadi beli,

"Seluruh DP dikembalikan, cuma dipotong Rp 50 ribu," jelas Wiko, marketing Tamarind.

Masih di JI. Cendrawasih ada dua pilihan perumahan kelas menengah yaitu Griya Bintaro Estate dan Firdaus Residence. Hanya saja kedua perumahan ini tidak benar-benar berada di JI. Cendrawasih, melainkan masuk ke jalan yang lebih kecil.

Pilihan lainnya adalah Bintaro Hill di JI. Merpati. Perumahan ini berjarak 1,5 km dari stasiun Sudimara dan dekat pintu tol Pondok Ranji. Harga unit yang paling murah adalah Rp 275 jutaan untuk luas tanah 82 m2 dan luas bangunan 45 m2. Sekalipun menjual tipe-tipe Cecil, menurut Samsuri, marketing Bintaro Hill, di perumahan berbentuk klaster ini akan dibangun sport club dua lantai yang dilengkapi kolam renang.

Tidak jauh dari Bintaro Hill ada Bintaro Village yang satu pengembang dengan Andora Bintaro di JI. Raya Sarua. Bintaro Village menawarkan rumah dengan harga cukup murah di kawasan ini, yaitu di bawah Rp 200 juta. Tapi ini berlaku untuk rumah dengan rangka atap dari kayu. Sementara rumah-rumah  lainnya umumnya menggunakan rangka atap dari baja.

Masih di JI. Merpati ada pilihan perumahan berkonsep kebun, yaitu Grand Bintaro Garden Residence. Lahan seluas 2.000 m2 dengan 44 unit rumah ini dulunya adalah milik mantan Menteri Keuangan Ali Wardhana. Tadinya areal ini dipadati pepohonan buah. Sekarang pohonnya sudah ada yang ditebang,

"Tapi beberapa dibiarkan untuk memberi lingkungan yang nyaman bagi penghuni perumahan ini," ujar Nonik, marketing Grand Bintaro Garden Residence.

Tidak jauh dari Grand Bintaro Garden ini terdapat tempat wisata Tanah Tingal dan sekolah alam milik artis Dick Doank.

Di arah yang berbeda, yaitu di JI. Ki Hajar Dewantoro, terdapat satu pilihan yaitu Klaster Palm dengan luas 1,2 Ha dan akan dibangun sebanyak 87 unit rumah. Palm yang mematok harga Rp 200 jutaan untuk unit terkecilnya (luas tanah 72 m2 dan luas bangunan 41 m2) ini sebenarnya sudah masuk dalam kelurahan Ciputat, tapi lokasinya masih tidak terlalu jauh dari Bintaro Jaya.

Tol Dan Stasiun

Karena lokasinya masih dekat Bintaro Jaya, perumahan-perumahan ini bisa diakses melalui Bintaro Jaya atau jalan alternatifnya adalah Kampung Utan, Ciputat. Untuk akses cepat, perumahan-perumahan ini juga bisa dijangkau melalui tol atau bisa juga menggunakan kereta. Bintaro Hill dan Bintaro Village, misalnya, berjarak kurang lebih 1,5 km dari stasiun Sudimara dan mengklaim bisa mencapai pintu tol Pondok Ranji dalam 5 menit.

Selain bisa menikmati fasilitas perumahan Bintaro Jaya, perumahan-perumahan di kawasan ini juga bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di Pondok Indah atau BSD City melalui tol. 11. Merpati sendiri, walau tidak terlalu lebar, dilalui angkot menuju Ciputat dan BSD City yang beroperasi sampai malam hari. (Tabloid Rumah/Made Mardiani Kardha)

Sumber :
Tabloid Rumah
Editor :
acandra