JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang hunian bersusun maupun tapak masih menunggu turunnya bunga KPR/KPA (Kredit Pemilikan Rumah/ Apartemen) untuk mempercepat penyelesaian proyek-proyeknya.
"Kami akan berupaya mempercepat serah terima kepada pembeli kalau tingkat bunga KPR/KPA turun di bawah 10 persen," kata Chief Executive Office (CEO) PT.Bakrieland Development, Hiramsyah S. Thaib di Jakarta, Kamis kemarin.
Hiramsyah mengatakan, Bakrieland sudah mengantisipasi tren penurunan KPR menjadi satu digit (kurang dari 10 persen) sehingga dalam semester II pembangunan proyek dipercepat. Hal itu terlihat dari percepatan pembangunan pada proyek apartemen menengah atas The Wave di Rasuna Epicentrum Kuningan yang segera dibangun dengan menetapkan PT.Pembangunan Perumahan (PP) sebagai kontraktor utama proyek ini.
Banyaknya calon pembeli rumah yang menahan diri di semester 1 akibat bunga KPR tinggi diharapkan segera merealisasikan keinginannya untuk memiliki rumah di semester II, mengingat tingkat bunga yang semakin murah.
"Kini Bakrieland sedang upayakan percepatan pembangunan dan serah terima kepada konsumen," kata Hiramsyah.
Sejumlah bank BUMN dalam pemberitaan di sejumlah media massa menyatakan secara bertahap akan menurunkan bunga KPR/ KPA bahkan sampai 11 - 12 persen apalagi BI Rate sudah diposisi 6,75 persen.
Sementara Ketua Umum Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia, Teguh Satria mengatakan, ada kecenderungan bunga KPR/ KPA mengalami penurunan meski saat ini masih 12,5 sampai 13,5 persen. "Kalaupun lebih rendah kemungkinan di subsidi pengembang," ujarnya.

Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin
Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?