Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Bisnis Properti Membaik
Emilius Caesar Alexey | Kamis, 13 Agustus 2009 | 16:48 WIB
|
Share:
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Pekerja memotong hebel blok untuk dinding pusat perbelanjaan Epicentrum Walk yang sedang dibangun di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (25/6). Pengembang masih optimistis berinvestasi di sektor properti, termasuk memenuhi kebutuhan industri ritel yang tumbuh subur, terutama di Jakarta.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Membaiknya perekonomian dan semakin stabilnya politik membuat para pengembang mempercepat pembangunan perumahan dan apartemen. Perdagangan properti untuk kelas menengah dan menengah ke bawah diperkirakan semakin bergairah seiring pulihnya daya beli masyarakat.  

"Memasuki semester kedua 2009, proyek pembangunan apartemen dan properti lainnya semakin banyak. Tender yang digelar oleh pengembang-pengembang nasional juga bertambah," kata Direktur Pemasaran PT Pembangunan Perumahan Ketut Darmawan, usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Bakrieland Development untuk penbangunan tiga menara apartemen The Wave, di kawasan Rasuna Epicentrum, Kamis (13/8) di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat.

Menurut Ketut, prospek bisnis properti semakin cerah karena pengaruh krisis keuangan global di Indonesia mulai berkurang. Pemilihan presiden satu putaran juga sudah diterima semua pihak sehingga politik dan keamanan turut stabil.

Direktur Bakrieland Development Sri Hascaryo mengatakan, cerahnya prospek bisnis properti tercermin dari tingkat penjualan apartemen menengah dan menengah atas di Kawasan Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan. Penjualan Apartemen Taman Rasuna yang sudah terbangun seluruhnya mencapai 100 persen.

Sedangkan, penjualan Apartemen The Wave yang baru masuk dalam tahap pembangunan juga sudah mencapai 60 persen. Sebagian besar pembeli adalah calon pengguna apartemen dan sebagian kecil lainnya adalah pembeli dengan tujuan investasi.

Penjualan apartemen untuk kelas menengah bawah, seperti Apartemen Sentra Timur di Pulogebang, Jakarta Timur, juga sudah mencapai sekitar 60 persen meskipun belum selesai dibangun. 

Menurut Wawan Guratno, Direktur Pembangunan PT Bumi Daya Makmur, selaku pengembang Apartemen Sentra Timur, perdagangan properti pada kelas menengah bawah juga memiliki prospek bagus karena tingginya permintaan apartemen yang dilengkapi beberapa fasilitas, dengan harga ala rumah susun.

Hiramsyah S Thaib, Wakil Ketua Komite Bidang Properti, Kamar Dagang Indonesia, mengatakan, perekonomian Indonesia bakal tumbuh semakin pesat dalam satu sampai dua tahun mendatang. Percepatan pertumbuhan ekonomi itu dapat turut mendorong perdagangan properti, terutama apartemen yang memiliki akses di dalam kota.

Pertumbuhan pasar properti akan semakin besar jika pemerintah mengijinkan kepemilikan properti bagi warga asing, seperti di Singapura dan Malaysia. Kepemilikan bagi warga asing dapat mendorong masuknya investasi langsung dan memperpanjang masa tinggal mereka. Dengan demikian, devisa dari investasi langsung dan pengeluaran warga asing dapat bertambah.

"Kepemilikan properti oleh warga asing tidak perlu dirisaukan karena properti tidak dapat dibawa pulang ke negara asal mereka," kata Hiramsyah.

 



Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?