KOMPAS.com — Memasuki semester kedua 2009, pelaku bisnis khususnya bidang properti tampak optimistis, apalagi tahun 2010 disebut-sebut akan jauh lebih baik. Tak pelak, ancang-ancang harus diambil sejak dini agar tidak "ketinggalan kereta".
Berbagai jurus pun dilakukan untuk menaklukkan pasar. Peluncuran produk baru dan aktivitas beriklan dapat menjadi indikator bergairahnya pelaku industri properti. Tengok saja perumahan-perumahan besar di kawasan Tangerang, seperti Alam Sutera, Summarecon Serpong, atau BSD City. Sepanjang semester pertama 2009, mereka masih tetap meluncurkan cluster baru.
Seiring dengan krisis ekonomi global, kondisi tahun 2009 memang kurang menggembirakan. Namun, selalu ada pengecualian. Untuk bidang properti, masih banyak pengembang yang bagai tak tersentuh krisis. Kuncinya, menurut sejumlah pengamat, adalah inovasi dan diferensiasi.
Akses
Faktor lokasi, bagaimanapun, menjadi keunggulan utama yang tak terbantahkan dari sebuah proyek properti. Termasuk di dalamnya adalah kemudahan akses. Jadi, dibukanya akses tol baru dapat meningkatkan nilai jual sekaligus menambah daya tarik sebuah proyek. Tengok saja misalnya Alam Sutera. Dengan semakin dekatnya realisasi akses tol yang akan membuat proyek ini langsung terhubung dengan jalan tol Jakarta-Merak, pengembang pun telah mengambil ancang-ancang untuk mengembangkan kawasan komersial.
Wajar saja, tumbuh dan berkembangnya kawasan komersial sangat tergantung dari lalu-lintas orang serta telah dihuninya sebuah kawasan. Tak ada pebisnis yang mau membuka usaha di tempat sepi dan jarang dilalui orang. Maka, momentum akan dibukanya akses tol ini menjadi tepat.
Seperti dituturkan Erwyanto Tedjakusuma, Marketing GM PT Alfa Goldland Realty, pengembang Alam Sutera, pihaknya dewasa ini sedang membuka kawasan pergudangan T8, yang lokasinya strategis dan mudah dijangkau di Jalan Raya Serpong. Sebelumnya, Alam Sutera sukses memasarkan Pasar 8, sebuah pasar modern yang diapit oleh ruko komersial. Animo konsumen sangat tinggi sehingga, hanya dalam waktu dua hari, pasar dan ruko ini langsung laris manis.
Berikutnya, pengembang juga meluncurkan Alam Sutera Town Center. Kawasan ruko ini terletak di tengah-tengah Alam Sutera dan langsung dilalui jalan tol. Pengembang juga mulai melepas kavling-kavling komersial yang bukan untuk ruko, tetapi untuk perkantoran. Ke depan, nantinya juga akan dibangun mal. Meski kawasan komersial gencar dipasarkan, bukan berarti kawasan residensial dilupakan. Dewasa ini, hunian yang ditawarkan di Alam Sutera adalah Sutera Onyx dan Sutera Palma.
Lingkungan
Selain lokasi dan akses, isu lain yang sedang seksi dijual adalah "properti hijau". Hal itu terutama berkaitan dengan pemanasan global, banyak pengembang mulai menghadirkan bangunan ramah lingkungan. Penerapannya sangat beragam, mulai dari mempertahankan dan menata ruang terbuka hijau, menanam pohon, hingga penggunaan bahan baku serta penerapan desain yang ramah lingkungan.
Di jalanan lingkungan, pemanfaatan tumbuhan tertentu dapat memberi suasana nyaman yang meneduhkan. Misalnya saja, tanaman trembesi yang dapat membentuk "kanopi alami". Jalanan teduh yang menyejukkan ini membuat suasana kawasan menjadi menyenangkan. Namun, tentu saja dibutuhkan komitmen dari pengembang dan penghuni, mengingat tanaman seperti itu tidak tumbuh dalam sehari.
Terobosan lain yang menarik kembali dilakukan pengembang di kawasan Serpong Tangerang ini yaitu dengan menghadirkan rumah energi surya. Pemanfaatan teknologi photovoltaic di rumah tipe-tipe tertentu di cluster Sutera Onyx ini mampu mengurangi beban tagihan listrik sekaligus mempersiapkan cadangan listrik sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu listrik mati.
Namun, langkah ini sebenarnya wujud nyata upaya mengurangi emisi CO2 di udara sebagai antisipasi pemanasan global. Bagi konsumen yang belum memahami, penggunaan panel photovoltaic dikhawatirkan dapat mengurangi estetika rumah. Namun, karena telah didesain secara terpadu sejak awal, penempatan panel photovoltaic di atap rumah tidak mengganggu. Demikian pula penempatan alat kontrol dan baterai, semua tertata rapi sehingga tidak mengganggu.
Pada akhirnya, kawasan yang berkembang lengkap dengan fasilitas serta hunian yang menyenangkan akan meningkatkan nilai jual. Betapapun, properti masih menjadi alternatif investasi yang menggiurkan. Tergantung dari tujuan investasi, properti menjadi pilihan karena nilainya terus naik.
Selain hunian, jenis properti lain yang sedang marak ditawarkan sebagai investasi adalah kondotel (kondominium-hotel). Konsep yang belum terlalu lama diperkenalkan di Tanah Air ini kini sedang berkilau, apalagi jika berada pada lokasi yang tepat dan ditangani oleh pihak yang kompeten.
Menilik berbagai perkembangan terkini seputar properti, kini dan ke depan para pelaku bisnis ini tampak optimistis. Tentu saja bukan optimisme kosong belaka karena mereka tetap dituntut jeli melihat pasar dan peluang serta terus berinovasi.
(ACA)

Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin
Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?