In this exclusive apartment block, every unit in the complex is designed to have unobstructed views of the ocean.
Di kawasan perumahan mewah Pantai Mutiara, Jakarta Utara, semenanjung hasil reklamasi pantai, terbentang. Disini, di lokasi yang hampir semua sisinya dikelilingi lautan ini, kompleks apartemen mewah Regatta berada. Dari 10 menara dan 1 bangunan hotel yang direncanakan akan dibangun, baru 4 menara yang berdiri.
Regatta memiliki desain yang unik. Potensi pemandangan laut yang terbentang di sekitar lokasi, dimanfaatkan dengan sangat baik oleh arsiteknya, Tom Wright dari konsultan arsitektur di Inggris, WS Atkins. Bagi Tom Wright, merancang bangunan di tepi pantai bukan hal baru. Sebelumnya ia pernah membuat bangunan monumental di Dubai, Hotel Burj Al-Arab, yang merupakan hotel termewah di dunia saat ini.
Pada saat menghubungi sang arsitek, Chandra M. Makmoen, general manager Regatta, menyampaikan keinginannya untuk memaksimalkan potensi lokasi yang berada di tepi pantai. “Kami mengatakan pada Tom kalau lokasi dimana proyek akan didirikan, dikelilingi laut,” cerita Chandra.
Tom Wright menterjemahkan pesan itu dengan merancang dua tipe apartemen. Tipe pertama adalah Ocean View, yang menghadap langsung ke lautan. Di dalam unit apartemen ini, semua view ke arah laut dibuat maksimal dengan jendela-jendela yang besar. Dari ruang keluarga hingga kamar tidur, semuanya bisa melihat ke arah laut. Laut seakan menjadi halaman rumah.
Tipe lainnya adalah Aqua Park View yang menghadap ke wahana permainan air. Tipe Aqua Park View ini secara tak langsung juga dapat menikmati view laut dari kejauhan, di balik wahana permainan air. Walau apartemen Aqua Park View tidak langsung menghadap ke laut, khusus dari kamar tidur, jendelanya dibuat langsung menghadap laut. Jadi, boleh dibilang semua unit di Regatta didesain dapat menikmati pemandangan laut.
Namun pemandangan laut yang ada tidak hanya dimaksimalkan untuk kamar-kamar tidur. Area-area sosialisasi dan tempat-tempat aktivitas penghuni pun memperoleh view yang alami. Di lantai dasar bangunan, bila berjalan ke belakang bangunan terdapat sebuah teras yang dikelilingi taman. Dari teras itu penghuni bisa menikmati pemandangan laut bersama-sama.
Selain itu terdapat pula dua unit ruangan yang akan diisi beragam fasilitas seperti restoran, kafe, spa, fitness center, dan sebagainya. Bagian yang menghadap ke luar, ke arah laut, dibatasi dengan dinding kaca sehingga semua yang ada di dalam ruangan dapat secara bebas melihat ke arah laut.
Kapal Layar yang dipandu Kompas
Menjelang presentasi desain pertama, Chandra meminta Tom untuk memberitahu sedikit tentang konsepnya. Balasan Tom melalui e-mail hanya sebuah pesan yang berbunyi, ‘Tall ships sail to distant land guided only by the lighthouse, the compass, and the spirit of adventure’. Kalimat singkat tersebut, sempat membingungkan pihak pengembang.
Ketika akhirnya Tom Wright mempresentasikan desainnya, jelaslah semua konsep tersebut. Tall ships atau kapal-kapal tinggi adalah menara-menara apartemen yang didesain layaknya sebuah kapal layar dengan bentuk yang unik, melengkung. Di puncaknya terdapat layar-layar yang membentang.
Kemudian yang dimaksud dengan lighthouse atau mercusuar adalah bangunan hotel yang berdiri di bagian terdepan di lokasi waterfront. Sementara kompas adalah wujud dari taman-taman yang menunjuk ke arah hadap apartemen. Tom menyusun letak menara-menara apartemen mengarah ke kota-kota waterfront di negara lain. Jakarta di sini adalah waterpark (wahana permainan air) dan garis ditarik dari Jakarta sebagai pusatnya.
Sementara 4 menara yang telah berdiri saat ini bernama Rio de Jainero, Monte carlo, Dubai, dan Miami. Bangunan-bangunan ini bila ditarik dari titik tengah tapak memang mengarah ke kota-kota tersebut. Menara-menara lain direncanakan mengarah ke London, Tokyo, New York, Shanghai, Acapulco, dan Sydney.
Sedangkan The Spirit of Adventure diterjemahkan dalam desain bangunan yang tampil modern dan futuristik. Struktur tenda dipasang pada bagian puncak menara untuk menegaskan kesan kapal layar. Tenda-tenda juga dipasang di pinggir kolam, untuk menggantikan peran payung-payung yang biasa digunakan di tempat tersebut.
Eksterior bangunan apartemen didominasi dengan material kaca berwarna biru, memberikan kesan modern yang tegas. Namun kaca juga berguna untuk memaksimalkan view dari dalam bangunan ke arah pemandangan di sekitarnya. Kaca biru tersebut dipadu dengan garis-garis putih vertikal yang agak melengkung, menggambarkan bentuk sebuah layar kapal. (rio)

Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin
Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?