Sabtu, 22 November 2014
Jalur Tol Kanci-Pejagan untuk Jalan Alternatif
Penulis : Siwi Nurbiajanti | Kamis, 30 Juli 2009 | 20:10 WIB
|
Share:

BREBES, KOMPAS.com — Jalur tol Kanci-Pejagan yang saat ini masih dalam proses pembangunan, rencananya akan dijadikan sebagai jalur alternatif pada arus balik Lebaran. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan arus lalu lintas di jalur pantura.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Brebes, Suprapto, Kamis (30/7), mengatakan, rencana tersebut diperoleh dalam rapat koordinasi di Balai Diklat Transjaya Tegal, 16 Juli lalu. Berdasarkan kesiapan dari investor, rencananya mulai 10 hari sebelum Lebaran (H-10), jalur tol Kanci-Pejagan sepanjang 26 kilometer sudah bisa digunakan.

Jalur tersebut akan digunakan sebagai jalur alternatif untuk satu arah, yaitu dari arah timur (menuju Jakarta). "Dengan demikian, jalur tersebut akan lebih banyak menampung kendaraan pada arus balik. Arus mudik tetap lewat jalur pantura," ujarnya.

Meskipun demikian, secara keseluruhan jalan belum berfungsi sebagai jalan tol. Jalan tersebut hanya digunakan sebagai jalur alternatif, untuk mengurangi kepadatan di jalur pantura. "Teknis lapangan akan dibicarakan lagi dengan kepolisian," katanya.

Menghadapi Lebaran, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Brebes bersama polisi juga akan memasang rambu-rambu darurat dan papan informasi. Pihaknya juga menyiapkan 12 ruas jalan kabupaten sebagai jalur alternatif, untuk menghubungkan jalur nasional dengan jalur provinsi. Meskipun demikian, kendaraan yang diizinkan melewati jalur tersebut harus disesuaikan dengan kelas jalan.

Menurut Suprapto, beberapa hal yang perlu diwaspadai selama arus mudik dan arus balik di antaranya pasar tumpah. Pasalnya, jalur di sekitar pasar tumpah akan banyak dilalui kendaraan sehingga menjadi jalur yang padat.

Kepala Tata Usaha Preservasi Jalan dan Jembatan Losari-Comal Rusdianto mengatakan, perbaikan pada sejumlah ruas jalur pantura, termasuk Tegal-Brebes juga masih terus dilakukan. Selain perbaikan total, juga dilakukan penambalan pada sejumlah lubang jalan.

Jalan-jalan yang bergelombang juga akan diratakan sehingga tidak membahayakan pengguna jalan. Diharapkan, saat arus mudik Lebaran, semua ruas jalan siap digunakan.