Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Hati-Hati Membuat "Skylight"
Selasa, 2 Juni 2009 | 18:16 WIB
|
Share:

KOMPAS.com - Plafon kaca menjadikan cahaya banyak masuk ke dalam ruang di bawahnya. Penopang yang kuat dibutuhkan agar skylight tak ambruk.

Dalam dunia arsitektur, konsep atap kaca disebut skylight. Fungsinya sebagai ventilasi cahaya pada bagian atas bangunan. Selain itu, skylight juga dapat menambah vista ke dalam ruangan.

Di Indonesia. skylight mulai banyak diterapkan. Pada rumah-rumah bergaya modern, umumnya skylight terbuat dari kaca transparan. Ini antara lain agar cahaya masuk lebih banyak ke dalam ruangan, sekaligus memberi tambahan pemandangan pada ruangan.

Meski dapat memasukkan cahaya dalam jumlah banyak dan memberi vista pada ruang, memasang skylight tidak boleh asal. Alasannya, kaca meneruskan cahaya dalam jumlah besar, sehingga pemasangan yang salah berpotensi meningkatkan suhu ruangan pada siang hari.

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah masalah konstruksi. Terlebih jika kita menggunakan kaca sebagai mateial atapnya. Rangka harus kokoh dan sebaiknya terbuat dari logam berkonstruksi kotak-kotak.

Setelah rangka jadi, pilihan jenis kaca  juga patut diperhatikan. Kaca polos memasukkan cahaya dalam jumlah besar. Untuk mengurangi efek negatifnya, kaca bisa dilapis dengan kaca buram atau kaca film. (www.ideaonline.co.id/Whery)

 

Sumber :
iDEA


Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?