Sabtu, 19 April 2014
Agung Podomoro Group Merangsek ke Samarinda
Senin, 25 Mei 2009 | 15:50 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengembang papan atas Agung Podomoro Group (APG) semakin ekspansif. Tidak puas menyasar proyek properti di Jakarta saja, mereka pun melebarkan sayap hingga ke Kalimantan. Kali ini yang dibidik adalah Samarinda.

Tak tanggung-tanggung, mereka mengembangkan Bukit Mediteranian di sana. Dengan lahan seluas 38 hektar mereka pun siap mengembangkan sebanyak lima cluster di proyek itu. “Saat ini yang sedang dikembangkan ada sebanyak 3 cluster, yaitu Spain, Monaco, dan Greece, dengan dana investasi sebesar Rp 120 miliar,” kata Direktur Marketing APG, Indra Wijaya Antonio, Minggu (25/5) di Jakarta.

Sedangkan dua cluster lagi yakni Italy dan France akan dikembangkan pada Juni mendatang. Guna keperluan pengembangan dua cluster itu, APG menggelontorkan dana sekitar Rp 80 miliar. Jadi total investasinya mencapai Rp 200 miliar. “Nantinya jumlah rumah yang akan dibangun sekitar 500 unit. Masing-masing cluster ada sekitar 100 unit rumah,” katanya.

Dia berharap pengembangan kelima cluster ini bakal rampung pada Desember 2012. Sementara proyek ini sendiri sudah meluncur sejak Nopember 2008. "Saat ini kami baru menawarkan kavlingnya saja. Sementara pembangunannya baru akan dimulai begitu unitnya sudah laku terjual,” katanya.

Soal penyerapan pasar, APG mengaku peminatnya cukup tinggi. Pasalnya perumahan yang mereka tawarkan itu berada persis di pusat kota. Sudah begitu harga jualnya terus merangkak naik. “Saat ini saja sudah terjual sekitar 300 kavling sejak tahap pertama diluncurkan. Kami berharap pada tahun ini kavlingnya akan habis terjual,” ujarnya.

Dan harga yang mereka tawarkan itu mulai dari harga Rp 350 juta sampai Rp 1,2 miliar. Pengembang mengklaim, dengan harga itu konsumennya kebanyakan berasal dari kalangan pebisnis, tetapi ada juga konsumen yang bekerja sebagai karyawan swasta.

Pengamat properti Ali Tranghanda bilang, masuknya APG ke Kaltim ini membuat bisnis residensial semakin sengit. Ini membuat harga tanah di sana merangkak naik. Maklum, APG sudah memiliki pengalaman yang cukup teruji sebagai pengembang ternama. “Konsumen pun sudah banyak yang tahu soal APG,” katanya.

Bicara soal persaingan, di Kaltim pun cukup banyak pengembang yang bersaing. Mereka ini adalah pengembang lokal misalnya proyek Grand Mahakam, Villa Tamara, dan Pesona Mahakam. Sementara untuk pengembang BUMN adalah Grand Taman Sari dan Samarinda Residence. (KONTAN/Ali Imron)

Sumber :
KONTAN