JAKARTA, KOMPAS.com - Wasekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Teuku Taufiqulhadi menilai bahwa pertemuan tandingan yang dilakukan secara tertutup di Hotel Atlet Century Park Jakarta tidak tepat.
Hal tersebut disampaikan Teuku sebelum rapat konsultasi PPP, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (9/5).
"Saya menganggap tidak terlalu tepat kalau menyelenggarakan pertemuan seperti ini karena semuanya tidak terudangkan atau tidak mengetahui," ujarnya.
Ia melanjutkan, adanya pertemuan tandingan ini merupakan mekanisme yang harus dikomunikasikan secara hati-hati karena sangat sensitif. Teuku berharap, penentuan arah koalisi PPP yang sedianya akan diputuskan malam ini, dapat dihadiri seluruh DPP, DPW, dan MPP PPP secara utuh.
"Seharusnya dapat dikomunikasikan lebih berhati-hati agar menjelang penetapan pengumuman koalisi ini, maka PPP bisa hadir secara utuh. Itu himbauan saya," ujarnya.
Namun, bila terjadi perbedaan antara kedua rapat, PPP akan menunjuk orang untuk menjembatani perbedaan pendapat hasil rapat kedua belah pihak.
"Kalau hasilnya disana dan disni berbeda kami akan tunjuk orang untuk menjembatani. Bila ada dinamika yang berkembang di antara dua kelompok, saya berada di tengah," tuturnya.
Sejauh ini, rapat konsultasi di Hotel Shangri-La belum dimulai. Padahal, dijadwalkan rapat ini akan digelar mulai pukul 19.00 WIB.

Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin
Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?