Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
PEMBANGUNAN VILA MEWAH
Pengembang Bersaing Bangun Vila Mewah di Bali
Senin, 4 Mei 2009 | 16:04 WIB
|
Share:
Putri Bali Villa

JAKARTA, KOMPAS.com - Aroma persaingan vila mewah di Bali bakal kian mengental tahun ini. Pasalnya, dua pengembang kampiun sedang bersiap untuk membangun vila di Bali. Keduanya bakal memulai pembangunannya pada akhir tahun ini.

Pengembang pertama adalah Lintas Cipta Development yang akan membangun proyek vila bernama Biu-Biu Kumala. Proyek akan berdiri di atas lahan empat hektare di Tanah Lot Bali. Mereka akan membangun 10 unit vila. “Saat ini kami sedang menyiapkan pengerjaan desainnya,” tandas Presiden Direktur Lintas Cipta Development, Loemongga Haomasan, Minggu (3/5).

Lintas Cipta akan menggelontorkan Rp 50 miliar di proyek ini. Mereka bakal mengerjakan proyek itu selama setahun, pada 2011 proyek itu sudah rampung. “Kami akan mulai pembangunannya Oktober nanti,” ujar Loemongga.

Lintas Cipta akan mematok harga vila Rp 5 miliar- Rp 7 miliar per unit. Mereka membidik kalangan ekspatriat, dan tak menutup kemungkinan pembeli lokal.

Pengembang berikutnya adalah Bakrieland Development. Pengembang kawakan ini menyiapkan tiga hektare lahan di Ubud, Bali. Di lahan itu, mereka bakal membangun 10 unit vila. “Kami masih terus merancang pembangunannya,” tukas Chief Marketing Officer Bakrieland Development Ander Rizki Makalam.

Di proyek ini, Bakrieland kemungkinan akan berinvestasi sekitar Rp 100 miliar. “Tapi kami masih menghitung investasi yang pas,” katanya.

Bakrieland akan membanderol harga vila tersebut Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar per unit, tergantung luas masing-masing vila.

Secara umum, pasar vila di Bali masih tetap ranum. Permintaannya masih tetap tinggi seiring semakin banyaknya orang asing yang bekerja di Bali. Meski pemerintah masih membatasi kepemilikan properti asing sampai 75 tahun, namun kalangan ekspatriat tetap berminat membeli vila di Bali. “Makanya pasar vila bakal tetap bagus,” kata Kepala Riset Jones LanglaSalle, Anton Sitorus.

Dengan tingginya permintaan, membuat banyaknya pengembang ingin mencicipi gurihnya vila di Bali. Sebut saja pengembang seperti Wika Realty, Alila, MRA Media, Banyan Tree, Saint Regis, dan Santika juga tidak mau ketinggalan untuk mengambil bagian. Mereka saling bersaing dengan pengembang asing untuk membuat vila di Bali.

Kebanyakan pembeli vila di Bali ialah orang asing, seperti dari Kanada, Inggris, Australia, Hong Kong, dan Singapura. Mereka membeli vila untuk kepentingan prestise, mengingat Bali adalah pulau yang sangat eksotik. Bahkan pembeli dari Jakarta pun juga ada yang membeli vila di sana. (Ali Imron/KONTAN)

Sumber :
KONTAN


Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?