Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Menjaga Dapur Putih Selalu Bersih
Senin, 20 April 2009 | 10:29 WIB
|
Share:
iDEA/Surai
Banyak orang enggan memilih putih sebagai warna dominan pada dapur. Putih memang sebuah warna yang rawan kotor dan ternoda.
TERKAIT:

KOMPAS.com — Pada area yang mudah kotor, seperti dapur, banyak orang urung bahkan "mengharamkan" penggunaan warna putih. Alasannya, warna putih mudah ternoda oleh kotoran dan debu, sementara kotoran dan debu ini sering tercipta di dapur.

Menjaga warna putih tetap bersih tentu bukan perkara sulit. Hanya saja kita membutuhkan kerja ekstra, membersihkan kotoran yang tercipta sesegera mungkin. Kotoran yang dibiarkan terlalu lama akan lebih sulit dibersihkan dan menodai dapur yang dulunya berwarna putih bersih itu.

Tentu urusan bersih-bersih itu bukan hanya jika dapur berwarna dominan putih. Dapur, apa pun warnanya, harus terjaga kebersihannya. Namun jika ingin menggunakan putih sebagai warna dominan, maka pertimbangkan jenis material finishing-nya. Misalnya dari sisi top table dapat menggunakan solid surface berwarna putih. Material sintentis ini tidak memiliki pori-pori sehingga kecil kemungkinan noda akan meresap ke dalam material dan merusak tampilan top table.

Selain top table, perhatikan juga pilihan finishing untuk kabinet dan cat dinding. Pilihlah material finishing yang mudah dibersihkan (easy clean). Untuk kabinet bisa dipilih finishing melaminto. Cat dindingnya dari bahan akrilik. Dengan demikian, jika ada cipratan minyak, kecap, atau saos, kotoran ini dapat mudah dibersihkan tanpa meninggalkan noda pada kitchen set.
 


Anissa

Lokasi: Unit Contoh Casa Grande, Casablanca, Jakarta Selatan

Sumber :
iDEA


Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?