Sabtu, 30 Agustus 2014
Melapis Ulang Dak Beton dengan Waterproofing
Jumat, 13 Maret 2009 | 16:18 WIB
|
Share:
iDEA/Richard
Sedikit ada celah, dak beton bisa bocor. Cari sumber masalah, atau lapis ulang seluruh permukaan dak dengan waterproofing.
TERKAIT:

KOMPAS.com — DAK beton bisa rusak karena perubahan cuaca. Kerusakan itu dapat berdampak pada konstruksi, permukaannya rusak, cat terkelupas, atau ditumbuhi jamur. Segeralah perbaiki sebelum efek negatifnya jadi tambah besar.

Menurut Ir Sunardi Liemantika, MCPC, Product Manager PT Propan Raya, dak beton bermasalah karena empat hal. Pertama, umumnya dimulai dari adanya retakan. Kedua, karena absorpsi beton yang tinggi sehingga kurang kedap air. Ketiga, adukan cor beton yang tidak sempurna sehingga pada bagian dalam coran masih terdapat ruang atau rongga—coran tidak padat. Keempat, tebal coran yang kurang mencukupi—untuk rumah tinggal ketebalan coran 15-20 cm.

Jika pada dak timbul bocor, perbaikannya tak sulit. Cukup lapis dengan material waterproofing pada sekitar area yang bocor itu. Jika sumber kebocoran itu tak terdeteksi, yang paling aman, lapis ulang seluruh dak dengan waterproofing. Setelah itu, lakukan finishing akhir dengan mengecat ulang permukaan dak.

Bahan dan Alat:

  • Waterproofing
  • Kain kasa atau serat fiber
  • Semen dan pasir kering
  • Cat dasar atau wallsealer dan cat finishing
  • Kuas nomor 4 serta rol kecil dan bak cat
  • Kape scrape
  • Ember adukan
  • Sarung tangan

 

Langkah-langkah Pengerjaan:

a. Perbaikan Bagian Atas Dak Beton:

  1. Bersihkan permukaan dak beton dari debu dan kotoran dengan menggunakan sikat dan kape scrape.
  2. Aplikasikan waterproofing, dimulai pada sudut pertemuan permukaan dak beton dengan dinding. Pada saat waterproofing dalam kondisi basah, tempelkan serat fiber sambil menekannya—jika perlu, tekan dengan rol cat yang telah dicelupkan ke dalam waterproofing. Pemakaian serat fiber pada dinding dan permukaan (lantai) dak beton setinggi dan selebar 15-20 cm.
  3. Bersamaan dengan penutupan celah pada sudut-sudut pertemuan dak beton dan dinding, aplikasikan waterproofing ke seluruh permukaan dak beton. Setelah mengering, pelapisan diulang lagi dengan arah menyilang.
  4. Agar lapisan waterproofing tidak rusak karena terinjak atau terkena benda keras, sebaiknya dak beton dilapisi dengan plesteran semen yang dicampur cairan waterproofing setebal 3-5 cm.

 

b. Perbaikan Bagian Bawah Dak Beton:

  1. Bersihkan permukaan (plafon) dak beton dari kotoran dengan menggunakan kape scrape dan sikat. Jika perlu dengan cairan fungicidal wash untuk hilangkan jamur.  
  2. Lapiskan alkali sealer untuk mengeblok flek agar hasil pengecatan tidak belang-belang. Tunggu satu-dua jam agar alkali sealer benar-benar kering.  
  3. Setelah itu, cat dengan merata. Sebaiknya dilakukan dua kali pengecatan. Yang pertama cat dicampur air sebanyak 10 persen, dan yang kedua dengan air 20 persennya. Plafon dak beton pun bersih kembali. *


Jones

Sumber: Majalah iDEA

Sumber :
iDEA