Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
WARISAN SEJARAH
Hotel Indonesia Tetap Kebanggaan Jakarta
Selasa, 10 Maret 2009 | 03:42 WIB
|
Share:

Oleh ROBERT ADHI KSP

Foto Presiden pertama Indonesia, Soekarno, bersama Presiden Amerika Serikat John F Kennedy terpampang jelas di dinding Restoran Signatures, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta. Foto berukuran raksasa itu seakan menunjukkan sejarah hotel yang menyimpan sejarah Indonesia.

Foto Soekarno bersama artis Marylin Monroe juga dipajang di dinding restoran yang sama. Soekarno dan Hotel Indonesia memang tak dapat dipisahkan. Soekarno-lah yang mempunyai ide membangun hotel bintang lima di Jakarta.

Hotel Indonesia di Jakarta adalah hotel termegah pertama yang dibangun di kawasan Asia Tenggara. Hotel yang diresmikan 5 Agustus 1962 oleh Presiden Indonesia Soekarno itu menjadi ikon kota Jakarta dan kebanggaan Indonesia.

Di seberang hotel dibangun Tugu Selamat Datang dan air mancur. Bundaran air mancur itu dinamakan Bundaran Hotel Indonesia, dan disingkat sebagai Bundaran HI.

Hotel Indonesia dan Tugu Selamat Datang itu dibangun untuk menyambut tamu-tamu yang datang ke Jakarta dan mengikuti Asian Games Ke-4 tahun 1962. Arsitek hotel itu, Abel Sorensen, dan istrinya, Wendy, merancang bangunan seluas 25.082 meter persegi.

Bentuk bangunan hotel itu berupa huruf T dengan tujuan agar tetamu hotel dapat menikmati pemandangan Jakarta dari kamar dan menikmati kehangatan sinar matahari di setiap ruangan. Abel Sorensen merancang hotel itu sebagai hotel modern dan efisien. Arsitektur lokal bernuansa Sumatera Barat menyatu dalam arsitektur Indonesia modern. Bangunan yang pertama dibangun adalah Ramayana Wing berlantai 15, baru kemudian Ganesha Wing berlantai delapan.

Ketika Asian Games 1962 digelar di Jakarta, Hotel Indonesia menjadi pusat informasi untuk para atlet Asia, para seniman, pengamat, dan tamu negara. Tamu negara yang pernah menginap antara lain Pemimpin Kamboja Pangeran Norodom Sihanouk dan Presiden Filipina Diosdado Macapagal.

Hotel ini memiliki karakter khas Indonesia. Patung Dewi Sri karya Trubus dipajang di halaman depan hotel. Juga relief batu pahat berukuran 24 m x 3 m karya Sanggar Sela Binangun dari Yogyakarta. Ada pula mosaik karya seniman Gregorius Sidharta, yang dipasang di Restoran Ramayana.

Hotel Indonesia memainkan peranan memajukan kegiatan seni dan budaya Indonesia dengan menggelar rutin pertunjukan musik dan teater. Teguh Karya pernah menjadi manajer panggung Hotel Indonesia. Slamet Rahardjo dan Rima Melati sering manggung di sini.

Kalangan berada di Jakarta menggunakan Hotel Indonesia sebagai tempat ”rendezvous”. Pada pertengahan tahun 1970-an, Nirwana Supper Club yang ada di teras tertinggi Ramayana Wing menjadi pilihan utama kaum elite Jakarta.

Revitalisasi

Setelah beroperasi 42 tahun, hotel itu berhenti beroperasi tahun 2004 karena tidak mampu bersaing dengan hotel-hotel baru yang terus dibangun di Jakarta. Investor swasta kemudian membeli kawasan ini.

Hotel yang sudah menjadi warisan sejarah ini dibangun kembali dengan semangat revitalisasi. Arsitektur hotel berbentuk huruf T tidak boleh diubah oleh investor swasta yang membeli kawasan Hotel Indonesia itu.

Renovasi Hotel Indonesia harus mengacu ketentuan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No 475 tanggal 29 Maret 1993 yang menetapkan hotel itu sebagai cagar budaya sehingga bangunan bersama segala aset bersejarah di dalamnya harus dilestarikan. ”Justru membangun hotel dengan mempertahankan bentuk bangunan lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan membangun baru,” kata Direktur Komunikasi Hotel Indonesia Kempinski Hanny Wahyuni. Kabel, pipa, jaringan telepon yang ada, harus dibongkar hati-hati.

Renovasi Hotel Indonesia dimulai tahun 2006. Setelah tiga tahun dikerjakan, Hotel Indonesia yang dikelola jaringan internasional Kempinski ini dibuka tahun 2009 ini. Masyarakat tetap dapat menikmati bentuk aslinya. Hotel Indonesia pun tetap menjadi kebanggaan kota Jakarta.



Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?