
JAKARTA, KAMIS — Gubernur Bank Indonesia Boediono mengakui bahwa penurunan suku bunga Bank Indonesia menjadi 8,25 persen belum diikuti penurunan suku bunga kredit oleh dunia perbankan secara serentak. Menurutnya, kini dunia perbankan masih melakukan penyesuaian diri.
"Bank Indonesia mendorong perbankan dan melakukan pemantauan," ujar Boediono pada acara penandatanganan surat keputusan bersama (SKB) tentang pembentukan tim koordinasi kebijakan pengembangan pembiayaan perumahan, Kamis ( 12/2 ) di Gedung BI, Jakarta.
Terkait potensi aset pembiayaan perumahan yang terlebih dahulu disekuritisasi, Boediono mengatakan tergantung permintaan pasar. Saat ini nilai potensi aset real estate mencapai Rp 28 triliun dan KPR Rp 122 triliun.
Menanggapi permintaan Menteri Negara M Yusuf Asy'ari untuk menurunkan bobot risiko (aktiva tertimbang menurut risiko/ATMR) dari 40 persen menjadi 20 persen, mantan Menko Perekonomian ini mengatakan akan mempertimbangkannya dengan cermat. "Penurunan ini jangan sampai menyebabkan aset prudential perbankan terganggu. Intinya, kami akan melihat yang terbaik," ujarnya.

Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin
Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?