Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Penurunan Tanah Perlu Dikendalikan
Harry Susilo | Marcus Suprihadi | Kamis, 27 November 2008 | 19:52 WIB
|
Share:

SEMARANG, KAMIS- Pemerintah Kota Semarang perlu mengendalikan fenomena penurunan tanah yang terus terjadi setiap tahun di kawasan Semarang bagian utara dan tengah.

Pakar Pengairan dari Magister Teknik Sipil Universitas Diponegoro Nelwan, di Kota Semarang, mengatakan, penurunan tanah (land subsidence) di Kota Semarang telah terjadi sejak tahun 1980 ketika Pelabuhan Tanjung Emas mulai dikembangkan.

Penurunan tersebut utamanya diakibatkan oleh aktivitas pengerukan di kawasan pelabuhan secara terus-menerus, ucap Nelwan, Kamis (27/11). Pengerukan itu dilakukan untuk mendapatkan kedalaman yang cukup agar kapal-kapal besar bisa bersandar di pelabuhan.

Menurut Nelwan, pengerukan itu membuat lapisan tanah alluvial atau endapan tanah lunak merosot turun karena keseimbangan garis pantai terganggu. "Amblesnya tanah tidak bisa dihindari," katanya.

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang, penurunan tanah di kawasan Semarang bagian tengah dan utara mencapai 2-11 sentimeter per tahunnya.

Meniadakan pengerukan

Untuk mengatasi penurunan tanah tersebut, Nelwan mengingatkan agar Pemkot Semarang segera meniadakan aktivitas pengerukan dan mendesain ulang Pelabuhan Tanjung Emas.

Kepala Bidang Perencanaan Pembangunan III Bappeda Kota Semarang M Farchan mengatakan, penurunan tanah di kawasan Semarang bagian utara dan tengah tidak hanya semata-mata disebabkan oleh aktivitas pengerukan di kawasan pelabuhan.

Ada faktor lainnya, seperti maraknya pembangunan di kawasan tersebut yang akhirnya membebani tanah, konsolidasi tanah yang belum solid, dan yang terutama ekspolitasi air tanah secara besar-besaran akibat kurangnya ketersediaan air baku, katanya.



Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?