
MAKASSAR - Perusahaan Daerah Kabupaten Gowa dan International Resource and Energy Development (IRED), perusahaan asal Korea Selatan, menandatangani nota kesepahaman pembangunan pabrik kertas berbahan baku jagung, Rabu (12/11).
Rencana investasi 279 juta dollar AS dari konsorsium sejumlah perusahaan Korsel itu juga mencakup pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar biogas akar dan daun jagung yang menghasilkan listrik 2-5 megawatt. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menjadi saksi penandatanganan. Direktur IRED Moon menyatakan, kertas berbahan baku jagung memiliki mutu sama dengan kertas berbahan baku bambu atau kayu. ”Teknologi kertas berbahan baku jagung dimiliki Korea Business and Economy Corporation (KBEC). Saat ini, KBEC memiliki pabrik kertas berbahan baku jagung di China yang memproduksi 100 ton kertas per hari,” kata Moon.

Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin
Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?