
JAKARTA, KAMIS - Sejumlah kubangan di area proyek Banjir Kanal Timur (BKT) yang kini masih dalam pengerjaan membahayakan bagi anak-anak. Apalagi setelah memasuki musim penghujan seperti sekarang ini, kubangan tersebut berisi air dan di sekitar lokasi licin.
"Kami orangtua khawatir sekali. Jika hujan, lokasi tanah BKT licin dan becek padahal anak-anak biasa main hujan-hujanan di pinggir kubangan itu," ucap Darigo (43), warga Gang Sawah Barat RT 18/06, Kelurahan Pondokbambu, Kecamatan Durensawit, Jakarta Timur, kemarin.
Dari pantauan Warta Kota, sekitar 15 meter dari permukiman warga Gang Sawah Barat, terdapat galian tanah BKT. Kubangan sedalam 15 meter itu mulai dipenuhi air hujan. Saat ini di lokasi tersebut sedang ada pemasangan tiang untuk jembatan penyeberangan.
Menurut Darigo, penanggung jawab proyek pernah memasang pagar sebagai pembatas antara permukiman warga yang tidak tergusur dengan lokasi proyek. Pagar dibuat seadanya, hanya dari kawat berduri. Lama kelamaan pagar kawat berduri itu banyak yang hilang karena diambil
orang.
Kondisi ini menyebabkan orangtua yang tinggal di pinggiran BKT resah. Lantaran tidak ada pagar di sekeliling area BKT, mau tidak mau mereka harus terus mengawasi dan jeli memantau anak-anak ketika bermain di sekitar kubangan. "Meleng sedikit bisa bahaya," ucap Ny Nani (36).
Sementara itu, sejumlah orangtua di lahan BKT di sekitar RT 08/02 Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, juga khawatir. "Mudah-mudahan proyek bisa cepat selesai. Tapi, sebaiknya harus dipasang pagar agar anak-anak tidak bermain ke kubangan BKT," ucap H
Amari (56), Ketua RT 08/02 Cipinang Muara.

Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin
Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?