Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
BNI Rem Kredit Valas
Erlangga Djumena | Selasa, 9 September 2008 | 15:23 WIB
|
Share:

JAKARTA, SELASA - Bank BNI semester kedua 2008 mengerem pemberian kredit berbentuk valuta asing (valas) karena tingginya resiko dan kondisi pasar yang belum stabil. "Pricing (harganya) saat ini masih sangat mahal, dan resikonya masih cukup tinggi, untuk semester II ini kita tidak punya rencana untuk menambah sindikasi valas untuk pembiayaan," kata Direktur BNI Bien Subiantoro di Jakarta, Selasa (9/9).
 
Menurut dia, meski lebih rendah dari suku bunga kredit rupiah tapi saat ini suku bunga valas masih sangat tinggi sekitar 9-10 persen. Sedangkan resiko kredit valas terutama karena penguatan dolar AS terhadap rupiah juga cukup tinggi.  "Bila dollar AS menguat maka apresiasi (penguatan) tersebut dapat membuat biaya kredit valas lebih tinggi dari kredit rupiah," katanya.
 
Apalagi menurut dia, kredit valas saat ini sangat tinggi, sehingga para pengusaha di sektor riil tidak berminat untuk menggunakannya.  "Dan ini membuat pasarnya menjadi kurang," katanya.
 
BNI pada semester pertama memperoleh sindikasi pinjaman valas senilai 450 juta dollar AS dari berbagai pihak, dintaranya berasal dari Standard Chartered Bank senilai 150 juta dollar AS.
 
Sebesar 350 juta dollar AS dipergunakan untuk pembiayaan kredit berbentuk valuta asing. "Dan semuanya telah tersalurkan ke kredit, terutama untuk pembiayaan perusahaan perkebunan sawit CPO yang berorientasi ekspor," katanya.
 
Sedangkan 100 juta dollar AS lainnya, ia mengatakan dipergunakan untuk membayar utang yang jatuh tempo.

Sumber :
Ant


Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?