
JAKARTA, SELASA - Laba bersih Unit Usaha Syariah Bank Permata pada semester I tahun ini meningkat hingga 441 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2007.
Kepala Unit Usaha Syariah Bank Permata Adrian A Gunadi di Jakarta, Selasa (9/9), mengatakan, hingga Juni 2008 laba bersih tercatat Rp 20,9 miliar atau mengalami kenaikan hingga Rp 27 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang mengalami kerugian sebesar Rp 6,1 miliar.
Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan pendapatan seiring dengan peningkatan pembiayaan. Pendapatan operasional, seperti margin murabahah, tercatat Rp 37,6 miliar atau mengalami kenaikan hingga 356 persen daripada sebelumnya, Rp 8,2 miliar.
Sementara itu, pendapatan operasional lainnya tercatat Rp 11,0 miliar atau mengalami pertumbuhan hingga 363 persen dibandingkan dengan Rp 2,4 miliar pada Juni 2007.
Peningkatan pembiayaan terutama berasal dari pembiayaan murabahah (pembiayaan dalam bentuk akad jual beli/piutang) sebesar Rp 701,3 miliar dari posisi yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 154,2 miliar atau meningkat hingga Rp 547,1 miliar.
Pada semester pertama tahun 2008 Bank Permata Syariah juga melakukan sindikasi pembiayaan kepada PT Indonesia Air Transport dengan skema ijarah (leasing). Hal ini sejalan dengan fokus bisnis Bank Permata di sektor UMKM dan konsumer dengan tetap memberikan perhatian pada bisnis wholesale banking.
Meskipun terjadi kenaikan dalam hal pembiayaan, non performing financing Bank Permata Syariah justru mengalami perbaikan dari 28.3 persen pada semester I tahun 2007 menjadi 4,1 persen pada semester I tahun ini.
Menurut Gunadi, hal ini tidak terlepas dari faktor pengelolaan risiko yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian sejalan dengan praktik perbankan internasional (international best practice).
Dari sisi aset Bank Permata Syariah mengalami pertumbuhan cukup tinggi dari Rp 330,2 miliar pada Juni 2007 menjadi Rp 1,2 triliun pada semester I tahun 2008 atau meningkat 265 persen menjadi Rp 874,4 miliar.
Sementara itu, dana murah berupa Simpanan Wadiah (Giro) dan Tabungan Mudharabah masing-masing tercatat Rp 52,5 miliar dan Rp 79,9 miliar per posisi Juni 2008 atau tumbuh sebesar 154 persen dari semula Rp 20,6 miliar untuk Simpanan Wadiah (Giro) dan 100 persen dari semula Rp 39,9 miliar untuk Tabungan Mudharabah.
Posisi CAR Bank Permata Syariah pun menguat pada akhir Juni 2008 pada posisi 17,9 persen, jauh di atas ketentuan Bank Indonesia sebesar 8 persen.

Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin
Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?