Selasa, 21 Oktober 2014
Bangun Carport: Landasannya Harus Kuat Dulu
Sabtu, 29 Maret 2008 | 08:21 WIB
|
Share:
Tabloid Rumah
Lantai carport harus kuat menahan beban berat

Ingatkah Anda, sewaktu kecil, pasti ada di antara Anda yang sering dicereweti ibu di pagi hari karena malas sarapan? Sarapan berasal dari kata sarap yang bermakna alas atau dasar. Dus, makan pagi alias sarapan adalah alas atau dasar yang penting untuk memulai hari Anda. Sarapan yang baik menyediakan energi yang cukup untuk melaksanakan aktivitas hari itu. Tak heran ibu Anda suka cerewet jika Anda malas sarapan.

Ilustrasi ini menunjukkan arti penting dasar yang kuat. Ketika kita membangun rumah pun, pondasi—yang merupakan dasar sebuah rumah—adalah bagian yang perlu direncanakan dan dibuat dengan cermat. Namun ketika kita berbicara tentang pondasi carport, ceritanya menjadi sedikit berbeda. Karena sifatnya yang “tambahan atau optional” orang sering mengabaikan struktur lantai carport. Selesai pembangunan rumah, halaman depan diurug dan dipadatkan, lalu dilekatkanlah pasangan keramik, jadi deh lantai/landasan carport-nya. Padahal pakem pembuatan lantai carport tak semudah itu. Carport perlu dibangun dengan struktur yang tepat mengingat lumayan beratnya beban yang harus disangga.

Bahan landasan lantai carport yang paling umum digunakan adalah beton cor. Lantas untuk mempercantik, orang menambahkan lapisan penutup seperti keramik atau batu alam di atasnya. Sebelum melakukan pengecoran beton, sebaiknya disiapkan subbase atau konstruksi alas yang memadai. Menurut buku TIME SAVER FOR LANDSCAPE ARCHITECTURE, yang disebut sebagai subbase adalah lapisan subgrade-gravel-pasir. Proses pembuatannya sebagai berikut.

1. Mula-mula siapkanlah lapisan subgrade sebagai dasar. Yang dimaksud dengan subgrade adalah tanah—di mana carport akan berada—yang sudah diratakan, dibersihkan, dan dipadatkan. Proses pemadatan bisa dilakukan dengan menggunakan stampler atau mesin pemadat. Selain padat, tanah harus cukup lembab dan bebas dari gulma atau tumbuhan liar dan sisa sampah. Jika kondisi tanah terlalu berlempung atau kurang baik kualitasnya maka sebaiknya tanah dikupas dan “ditambal” dengan tanah urugan, baru kemudian dipadatkan. Pemadatan ini berguna untuk menciptakan dasar yang stabil bagi lapisan beton cor. Dasar yang kurang stabil akan mempengaruhi kekuatan beton, selain bisa menyebabkan retak-retak yang kurang sedap dipandang.
2. Di atas subgrade ini kemudian tebarkanlah gravel atau batu kali diameter 20 cm hingga membentuk lapisan yang padat. Fungsi dari gravel ini adalah untuk meningkatkan kepadatan subgrade dan mencegah tanah “naik” ke atas.
3. Setelah itu, buatlah lapisan pasir atau sirtu setebal ± 5 cm di atas lapisan gravel.

Setelah lapisan subbase siap, Anda bisa memulai proses pengecoran. Untuk pengecoran sendiri ada dua hal yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah kualitas beton. Kualitas beton biasanya dinyatakan dalam satuan K, misalnya K175, K200, K300. Makin tinggi angkanya berarti semakin baik kualitasnya dan makin mahal harganya. Angka ini dicapai dari perbandingan campuran bahan adukan beton (semen, pasir, kerikil, dan air). Kualitas ini berkaitan dengan daya tekan/beban yang mampu disangga oleh beton. K175 artinya, sang beton cor memiliki kekuatan menyangga beban sebesar 175 kg/cm2 luas.

Biasanya orang menggunakan beton cor kualitas tinggi karena “mengejar waktu” agar carport bisa segera dipakai. Dengan kualitas K300 misalnya, sebelum 28 hari carport sudah mampu menyangga beban seberat mobil, demikian tutur Fandi Lim, dari PT Dwi Tunggal Sejati, distributor Byson Color dan Lockardi A, dari PT Spectro Inti Prima, distributor Duraquartz. Padahal, jika sabar menunggu hingga 28 hari (waktu yang diperlukan beton cor untuk mencapai kekuatan maksimal), penggunaan beton K200—K250 sudah cukup untuk fungsi carport rumah. 

Saat ini, satuan K mulai diganti dengan satuan Fc. Perbedaannya, pada satuan K, pengujian kekuatan beton dalam menahan beban dilakukan dengan alat bantu berbentuk kubus. Sementara dengan satuan Fc, alat bantu yang digunakan berbentuk silinder.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah pemakaian perkuatan pada lapisan beton cor. Perkuatan yang bisa digunakan adalah wire mesh atau tulangan beton. Tulangan beton yang umum dipakai untuk perkuatan lantai carport adalah tulangan diameter 8—10 cm. Selain alasan fungsional, pemakaian perkuatan pada lapisan beton cor ini berkaitan juga dengan faktor estetis. Di luar kondisi tanah yang kurang stabil, tanpa perkuatan yang sepadan dengan beban yang disangga, pada titik tertentu, lapisan beton bisa mengalami retak-retak. Jika sudah retak, selain tak sedap dipandang, Anda tentunya juga merasa was-was jika lantai carport sewaktu-waktu ambles, bukan?

Memang, jika dihitung-hitung, patuh terhadap aturan-aturan pembuatan lantai carport ini akan memakan biaya yang cukup banyak di awal. Tetapi jika dibandingkan dengan daya tahan yang akan Anda peroleh (ingat, hal ini berarti bisa meminimumkan biaya perbaikan), maka investasi besar di awal ini cukup berharga untuk dilakukan. (cia)

Sumber: Tabloid Rumah

Sumber :
Tabloid Rumah