BOGOR, SENIN - BNI Syariah untuk pertama kalinya mulai menggarap kredit bagi petani melalui program Tunas Usaha Syariah (TUS) dengan usaha singkong bergandengan dengan PT Blossom Green Agro (BSA) sebagai penjamin pinjaman dan penjamin pasar bagi singkong.
Direktur BNI Syariah Ismi Kushartanto kepada Antara usai penanaman perdana di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Senin (17/3) siang menjelaskan, bahwa BNI Syariah mulai terjun membiayai petani singkong karena adanya jaminan pasar, pendampingan petani, dan jaminan pinjaman yang dilakukan PT Blossom Green Agro.
"Dengan program pendampingan, diharapkan petani mampu mencapai target hasil sesuai rencana, apalagi sudah ada jaminan pasar sehingga kita tidak ragu untuk membiayai kredit petani ini," katanya.
Ismi mengungkapkan, pengucuran kredit ini menandai babak baru bagi BNI Syariah karena sebelumnya hanya terjun pada pascapanen atau perdagangan hasil pertanian. "Kita akan coba dengan tanaman singkong ini dan jika sesuai target perencanaan, plafon kredit akan ditambah lagi. Sementara ini kita siapkan Rp300 miliar melalui Program Tunas Usaha Syariah tetapi jika sudah terlihat keberhasilan maka akan terus ditambah," katanya.
Ia menjelaskan, PT BGA memberikan jaminan 30 persen sementara 70 persen dijamin oleh Asuransi Usaha Pertanian.
Rp4 juta
Sementara itu, Direktur Utama PT BGA Ricky Sutanto mengatakan, pihaknya menargetkan pendapatan petani singkong bisa mencapai Rp4 juta per bulan dengan target produksi 90 ton per hektare.
"Kita sudah coba di Kuningan, Jawa Barat dan di Brebes sudah ada yang bisa mencapai 30 kilogram per pohon, sehingga produksi bisa mencapai 180 ton per hektar. Kalau sampai tingkat produksi itu maka pendapatan petani bisa mencapai Rp6 juta lebih per bulan," katanya.
Menurut Ricky, hasil singkong petani akan dibeli Rp500 per kilogram dan akan diolah menjadi bioetanol sebagai upaya membantu Pemerintah menyediakan BBM alternatif. "Dengan diolah menjadi bioetanol, nilai tambahnya luar biasa, di satu sisi membantu pengembangan energi alternatif di sisi lain harga singkong tingkat petani akan semakin baik," katanya.
Ia menargetkan, dalam empat tahun akan dicetak dua juta hektare lahan singkong sekaligus mengangkat derajat 2 juta petani Indonesia karena sudah ditargetkan pendapatan di atas Rp4 juta per hektare.
Pada penanaman perdana di Kecamatan Babakan Mandang itu ditargetkan hanya 400 hektare, tetapi di wilayah lain menurut Rikcky Cirebon ditargetkan 25.000 hektare, di Banten sekitar 5.000 hektare di Kabupaten Brebes 15.000 hektare, di Lampung 10.000 hektare dan di Yogyakarta sebanyak 2.000 hektare.
Sebelum acara penanaman perdana itu dilakukan janji Petani Barisan Rakyat Sejahtera (Barasetra) dan menyanyikan lagu mars Barasetra.
Menurut Konsultan Singkong Sujadi Kangoloh yang hadir pada acara itu , dalam beberapa uji coba di Cirebon dan Brebes, hasil singkong Mukibat bisa mencapai rata-rata 25 kilogram per pohon tetapi dengan perlakukan khusus seperti pemberian kompos, pemupukan berimbang dan penyemprotan perangsang daun. "Mukibat bisa dipanen mulai usia delapan bulan sampai 12 bulan, semakin lama masa pemeliharaan maka hasil panen semakin meningkat," katanya.

Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin
Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?