Minggu, 21 Desember 2014
PENGEMBANG
"Nusa Dua Circle", Mega Proyek Baru di Nusa Dua
Penulis : M Latief | Jumat, 31 Mei 2013 | 17:36 WIB
|
Share:
Dok. Danau Winata Indah
Graha Cemerlang Group, melalui anak perusahaannya yakni PT Danau Winata Indah, menjalin kerjasama dengan Minor Hotel Group untuk mengelola hotel, kondominium hotel (kondotel), dan apartemen yang ada di proyek terpadu (mixed use) Nusa Dua Circle di Bali. Tampak dalam gambar (kiri - kanan) Senior Vice President of Minor Hotel Group Robert Kunkler, CEO Minor Hotel Group Dillip Rajakarier, Presiden Direktur PT Danau Winata Indah Linda Setyowati Martioso dan Komisaris PT Danau Winata Indah Candra Wijaya berpose bersama usai melakukan prosesi signing ceremony kerjasama, Rabu (29/5/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com - Graha Cemerlang Group, melalui anak perusahaannya, PT Danau Winata Indah, menjalin kerjasama dengan Minor Hotel Group yang berbasis di Thailand untuk mengelola hotel, kondominium hotel (kondotel), dan apartemen di proyek terpadu (mixed use) Nusa Dua Circle di Jl I Gusti Ngurah Rai, Bali. Proyek tersebut dibangun bersebelahan dengan monumen bersejarah Margarana.

Konsepnya akan seperti Marina Bay Sand di Singapura.
-- Linda Setyowati Martioso

Presiden Direktur PT Danau Winata Indah Linda Setyowati Martioso mengakui, kesepakatan kerjasama itu terjadi selain karena pertimbangan reputasi juga kesamaan visi untuk menggali potensi bisnis properti di Bali. Ia memaparkan, nilai proyek Nusa Dua Circle yang dibangun di atas lahan seluas 3.23 hektar dengan luas bangunan 85.075 meter persegi itu hampir mencapai Rp 2 triliun.

"Karena potensi Bali jelas masih sangat menjanjikan sebagai salah satu destinasi wisata menarik di dunia. Kami ingin menambah portofolio dengan lokasi yang tepat, terutama di semua pusat daerah berkunjungnya wisatawan Bali, salah satunya Nusa Dua," ujar Linda kepada Kompas.com, Jumat (31/5/2013).

Dengan ditandatanginya kerjasama tersebut, lanjut Linda, pembangunan proyek di Nusa Dua Circle bernama Avani Nusa Dua (hotel), Bali Hotel (kondotel) dan Oaks Nusa Dua, Bali (apartemen) ini akan selesai dibangun akhir tahun 2014 mendatang. Selain hotel, kondotel dan apartemen, di kawasan ini juga akan dibangun galeri seni dan amphi theater untuk menggelar kegiatan seni dan budaya, serta fasilitas gaya hidup lainya seluas 3.000 m2.

"Konsepnya akan seperti Marina Bay Sand di Singapura," ujarnya. 

Sementara itu, CEO Minor Hotel Group Dillip Rajakarier mengatakan, kerjasama ini diharapkan bisa menambah reputasi Minor Hotel Group untuk menjadikan Nusa Dua Circle sebagai ikon baru di Bali. Apalagi, lokasi proyek ini menjadi semakin strategis setelah rencana jalan tol di atas laut Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa sepanjang 9,702 kilometer selesai dibangun. Rencananya, jalan tol menghubungkan kawasan Bandara Ngurah Rai dengan kawasan Nusa Dua serta kawasan Pelabuhan Benoa melalui akses Pesanggaran itu akan dibuka bulan depan. 

"Kami akan menjadikannya (Nusa Dua Circle) ini sebagai pusat ajang pertemuan, baik untuk bersosialisasi, berpesta, berlibur atau pertemuan bisnis lokal dan internasional," ungkap Dillip.

Ihwal posisi proyek yang bersebelahan dengan monumen bersejarah Margarana, Linda mengatakan hal itu bukan masalah.

"Kami sudah diberikan hak untuk ikut mengelola setiap kegiatan pagelaran seni dan pariwisata di lingkungan monumen Margarana. Kami bahkan berencana membuat satu sampai dua event berskala internasional setiap bulan," timpal Linda.

Proses pembangunan Nusa Dua Circle sejauh ini sudah selesai pada tahap basement. Nantinya, Nusa Dua Circle juga akan dilengkapi fasilitas penunjang seperti ballroom berkapasitas 800 - 1.000 orang dengan ruang pertemuan masing-masing berkapasitas 50-80 orang, kolam renang, restoran, salon dan spa, dan banyak lagi.

Saat ini, untuk Avani Condotel dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 1,3 miliar setelah diskon untuk satu kamar tidur yang ditawarkan dengan pembayaran tunai keras keras, bertahap selama 18 kali, serta kredit pemilikan apartemen (KPA). Menurut Linda, berdasarkan perhitungan, Return of Investment (ROI) proyek ini mencapai 180 persen selama 10 tahun.

"ROI disediakan sebagai perkiraan kasar dari kinerja keuangan masa depan dan dapat berubah akibat beberapa faktor di luar kontrol developer. Saat soft launching akhir tahun lalu terjual sebanyak 45 unit, yang semua pembelinya adalah investor lokal," kata Linda.



Editor :
Latief