METROPOLITAN
Dubai, Kota Mimpi yang Futuristik
Penulis : M Latief | Senin, 20 Mei 2013 | 12:57 WIB
|
Share:
www.dailymail.co.uk
Wajah Dubai memang terus-menerus berubah. Kota itu kini menjadi "rumah" bagi ribuan kaum ekspatriat yang ingin menikmati segala fasilitas gaya hidup dan menjadi pusat wisata dunia.

KOMPAS.com - Sebagai ikon utama dengan bentuknya yang khas seperti perahu Arab, hotel "bintang tujuh" Burj al Arab bisa dilihat jelas dari tepian laut ketika Anda tiba untuk bertandang ke tempat ini. Di jalan-jalan kota tampak air mancur menari-nari setiap malam hari, bersinar terang diterpa cahaya lampu kota.

Ya, Dubai memang menakjubkan dengan gedung-gedung pencakar langitnya. Kala pagi dan sore hari, gedung-gedung tinggi di kota itu menjadi "penyimpan bayangan" dari cantiknya sunset dan sunrise sebagai salah satu rekaman menarik dari kota ini. 

Dulunya, Dubai cuma perkampungan nelayan, yang hanya dipenuhi unta untuk diperjual belikan. Namun kini, perjalanan suksesnya sebagai ibukota dari negara penghasil minyak bumi di dunia itu telah menjadikannya sebagai kota mimpi nan futuristik.  

Sejarah panjang Dubai muncul ke permukaan sebagai kota yang cemerlang itu sejak 1959, tepatnya ketika Emir Kuwait meminjamkan jutaan dolar ke Dubai untuk merenovasi kota itu, menjadikannya mampu menampung kapal-kapal besar, serta mengembalikannya sebagai pusat perdagangan.

Sejak itulah, wajah Dubai memang terus-menerus berubah. Kota itu kini menjadi "rumah" bagi ribuan kaum ekspatriat yang ingin menikmati segala fasilitas gaya hidup dan menjadi pusat wisata dunia.

Tahun lalu, Dubai didapuk sebagai kota ke-22 termahal di dunia dan menjadi kota paling mahal Timur Tengah. Dubai dianggap sebagai tempat terbaik untuk disinggahi di jazirah itu.  

Sumber :
www.dailymail.co.uk

Editor :
Latief