Minggu, 23 November 2014
APARTEMEN
Lima Apartemen Termahal di Jakarta Bertarif Dollar
Penulis : Hilda B Alexander | Sabtu, 6 April 2013 | 17:37 WIB
|
Share:
Apartemen mewah dikelola dengan standar hotel bintang lima oleh jaringan operator internasional.

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak perlu gembar-gembor publikasi. Tak perlu juga iklan berkala di televisi. Lima apartemen mewah ini toh mendulang sukses luar biasa. Kesuksesan ini tak sebatas dalam tataran prestasi penjualan, juga citra positif yang melekat dalam memori publik.

Mengapa lima apartemen? Karena hanya lima apartemen inilah yang pantas mendapat julukan sebagai apartemen termahal dan termewah saat ini di Jakarta. Apartemen-apartemen lainnya, yang justru kerap wira-wiri di layar kaca, sama sekali tak menyentuh satu pun kategori untuk laik disebut "mewah" dan "mahal".

Menurut CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono dalam wawancaranya dengan Kompas.com, Sabtu (6/4/2013), terdapat enam hingga tujuh unsur yang harus dipenuhi agar hunian jangkung tersebut dilirik oleh kalangan atas (jet set).

Pertama dan yang utama adalah lokasi. Ini sangat menentukan harga jual dari apartemen itu sendiri. Semakin elite lokasinya, akan semakin tinggi harga lahannya. Tentu saja, hal ini berimplikasi langsung terhadap harga jual apartemen yang dibangun di atasnya. Kawasan-kawasan elite Jakarta yang sering diincar pengembang adalah Menteng, Kebayoran Baru, Mega Kuningan, Setiabudi, Sudirman CBD, dan Permata Hijau.

Kedua adalah fasilitas yang lengkap dengan standar fasilitas yang tersedia di hotel mewah bintang lima. Ketiga, spesifikasi material bangunan yang berkualitas tinggi sesuai dengan ekspektasi konsumen kalangan kelas atas (jet set). Keempat, luasan unit apartemen. Jika dihitung bisa dua sampai tiga kali unit apartemen menengah.

Kelima, terbatasnya jumlah unit. Semakin sedikit unit-unit yang dilepas ke publik, akan semakin eksklusif. Keenam, pengelola apartemen yang sekelas operator hotel bintang lima. Ketujuh, reputasi pengembang. Sekali saja terdapat noktah merah dalam rekam jejaknya, selamanya pengembang tersebut tak akan dipercaya.

Nah, apartemen-apartemen mana saja yang "termahal" dan "termewah" itu? inilah daftarnya:

1. Dharmawangsa Residences Tower 3

Apartemen mewah yang dikembangkan Grup Samudranayaka Unggul ini berlokasi "tersembunyi" di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Karena jauh dari ingar-bingar lalu lintas, Dharmawangsa Tower 3 dinilai paling privat dengan tingkat keamanan tinggi. Harga jualnya menembus angka 6.000 dollar AS per meter persegi atau setara Rp 58,5 juta per meter persegi. Sanudranayaka menunjuk Rosewood sebagai pengelolanya.

2. Keraton Residence

PT Plaza Indonesia Realty Tbk merancang apartemen ini secara khusus dan memang ditujukan untuk kalangan the haves. Terdapat unit-unit yang masih terbuka untuk Anda miliki dengan ukuran 350 meter persegi, 500 meter persegi, dan 1.000 meter persegi. Harga yang ditawarkan kepada publik senilai 5.200 dollar AS per meter persegi atau setara Rp 51 juta per meter persegi. Dikelola secara profesional oleh Starwoods. Tak heran jika bos media terkenal di Indonesia yang sekarang bermain di ranah politik memiliki beberapa unit di sini.

3. The Capital Residence

Menara dengan crown Prambanannya ini merupakan pusat atensi publik di kawasan CBD Sudirman. Grup Mahaka dan Dhanayasa Arthatama membangunnya dengan kualitas material, desain, dan pengelolaan standar hotel mewah. Pembeli harus merogoh kocek sekitar Rp 7,6 miliar untuk membeli satu unit seukuran 150 m2 atau setara Rp 51 juta per meter persegi.

4. Pacific Place

Grup Dua Mutiara menggandeng Ritz Carlton untuk mengelola apartemen mereka. Nama besar operator ini jelas sangat menarik minat sosialita-sosialita Indonesia untuk bermukim di sini. Mereka tidak sensitif terhadap harga yang mencapai 5.000 dollar AS per meter persegi (Rp 48,7 juta per meter persegi). Sebab, mereka bukanlah spekulan yang mengharap pertumbuhan gain yang tinggi, melainkan pengguna akhir.

5. Raffles Residence

Tak sia-sia Grup Ciputra memasarkan apartemen mewah ini. Sejak dilansir dua tahun lalu, sudah terserap nyaris 90 persen. Saat ini, mereka menawarkan unit tersisa dengan harga jual Rp 45 juta per meter persegi (4.800 dollar AS). Raffles ditunjuk sebagai pengelolanya.

Sebagai klarifikasi dari redaksi Kompas.com, Grup Dharmawangsa (Hotel & Residences) menyatakan, bahwa Dharmawangsa Residence Tower 3 tidak dikelola oleh jaringan hotel Rosewood. The Dharmawangsa Jakarta Hotel dikelola oleh Rosewood hingga tahun 2005, dan saat ini dikelola secara independen. Adapun Dharmawangsa Residence, yang saat ini terdiri dari Tower 1 dan 2, sampai saat ini tidak dikelola oleh Rosewood.


Editor :
Hilda B Alexander