Jumat, 31 Oktober 2014
ARSITEK
Seperti Inilah Gedung Pencakar Langit di Masa Depan....
Penulis : Tabita Diela | Jumat, 22 Maret 2013 | 10:30 WIB
|
Share:
www.dailymail.co.uk
Tahun ini, eVolo memilih sebuah Polar Umbrella karya desainer Derek Pirozzi (Amerika Serikat) sebagai pemenang dari 625 kiriman desain yang berasal dari 83 negara.

KOMPAS.com - Selama tujuh tahun belakangan ini, majalah arsitektur eVolo telah menerima kiriman karya dari pada desainer, seniman, dan arsitek mengenai ide-ide paling inovatif dalam kompetisi desain gedung pencakar langit. Desain-desain yang terkumpul benar-benar inovatif dan berada di luar "norma" pembuatan gedung konvensional.

Bentuk-bentuk gedung hasil desain dalam kompetisi ini lebih tampak seperti amuba atau bunga lili, ketimbang sebuah gedung. Gedung lain bahkan tampak seperti rumah di film-film fiksi ilmiah, ratusan tahun di masa depan.

Tahun ini, eVolo memilih sebuah Polar Umbrella karya desainer Derek Pirozzi (Amerika Serikat) sebagai pemenang dari 625 kiriman desain yang berasal dari 83 negara. Posisi kedua ditempati oleh Darius Maïkoff dan Elodie Godo dari Perancis.

Mereka membangun Phobia Skyscrapper. Proyek tersebut bercita-cita ingin merevitalisasi area industrial terabaikan di Perancis.

Adapun posisi ketiga diberikan pada Ting Xu dan Yiming Chen dari China. Mereka membuat Light Park, gedung pencakar langit mengambang, yang membuat pembangunan dapat maju ke level selanjutnya, yaitu membuat kota-kota besar di dunia memiliki unit-unit gedung di angkasa. Dengan begini, ada lebih banyak infrasutruktur, hunian, unit komersial, dan area rekreasi.

Desain gedung pemenang kompetisi ini tampak seperti ubur-ubur. Di dalamnya terdapat laboratorium penelitian, atraksi turistik ramah lingkungan, dan pusat pembangkit listrik yang dapat diperbaharui. Konstruksi ini juga bahkan secara khusus didesain mampu membantu mengembalikan permukaan es.

Kiriman desain lainnya juga tidak kalah unik. Ada desain yang lebih mengutamakan kualitas desain dengan bentuk-bentuk abstrak, inovatif, dan mampu melambangkan sebuah karya fiksi ilmiah.

Selain itu, karya-karya lain bukan hanya luar biasa dalam hal desain, namun juga luar biasa dalam hal kegunaan. Sebagai contoh, desain gedung yang mampu mengurangi polusi suara dari lalu lintas padat. Ada pula desain konstruksi yang didesain terintegrasi dengan gunung berapi, membuat sawah bertumpuk, dan gedung bergerak.

Sumber :
www.dailymail.co.uk

Editor :
Latief