Minggu, 26 Oktober 2014
PEREKAT
Mengenal Jenis-jenis Lem Kayu
Penulis : Tabita Diela | Rabu, 27 Februari 2013 | 11:01 WIB
|
Share:
www.shutterstock.com
Perlu diingat, ketika merekatkan kayu dengan lem ini, jangan lupa untuk membiarkan permukaan lem mengering selama sekitar 10 menit sebelum merekatkan sisi-sisi permukaannya.

KOMPAS.com — Memperbaiki sendiri perabot dan furnitur berbahan kayu bukan hanya soal keahlian. Anda juga perlu menggunakan peralatan yang tepat.

Salah satu peralatan yang akan sangat Anda butuhkan adalah perekat atau lem kayu. Lem kayu dapat terbuat dari bahan-bahan alami dan sintetis. Namun, ada baiknya Anda mengetahui dengan jelas kegunaan perabot tersebut sebelum memilih jenis perekat kayu yang tepat. Jika tidak, beberapa kelemahan perekat dapat menyulitkan Anda. Simak berbagai jenis lem kayu sintetis berikut ini:

Secara garis besar, Anda dapat menemukan dua jenis lem kayu sintetis. Pertama, Anda akan menemukan jenis lem dengan kecepatan kering yang cenderung lambat.

Kedua, Anda akan menemukan jenis-jenis lem yang dapat mengering dengan cepat. Lem lambat kering cenderung lebih kuat dan awet dibandingkan dengan lem yang cepat kering. Pasalnya, lem yang lambat kering memiliki waktu untuk meresap terlebih dahulu ke dalam pori-pori kayu.

Namun, umumnya, lem jenis ini diencerkan lebih dahulu dengan air. Karena itu, lem jenis ini cenderung melemah ketika terendam atau mendapat kontak dengan air. Sebagai saran, ada baiknya Anda menggunakan lem ini untuk konstruksi utama yang terhindar dari kontak langsung dengan air.

Di Indonesia, ada beberapa jenis lem kayu yang dapat dengan mudah Anda dapatkan, seperti jenis-jenis lem berikut ini:

Lem Aica Aibon

Lem ini adalah lem perekat serbaguna yang dapat Anda gunakan untuk melekatkan melamin, logam, beton, papan fiber, kulit, kayu, dan karpet. Di dalam lem ini terkandung karet sintetis dan pelarut organik.

Untuk pemakaiannya, pertama-tama Anda perlu menghapus kotoran, gemuk, dan minyak pada kedua sisi yang akan dilem. Ratakan lem pada permukaan tersebut. Biarkan lem mengering dalam 10 hingga 20 menit. Setelah itu, baru rekatkan kedua permukaan.

Lem putih PVAc

Lem ini dapat Anda gunakan untuk merekatkan kayu, kertas, koraltex, bahan, dan bahkan dapat Anda gunakan sebagai plamur tembok. Umumnya, ketika Anda mendengar istilah "lem kayu", yang dimaksud adalah lem PVA atau lem PVAc (polyvinyl acetate).

Lem ini sering disebut dengan "lem putih" atau "lem kuning" yang dapat dibersihkan dengan menggunakan air. Namun, tersedia pula beberapa merek perekat PVA yang tahan air.

Perlu diingat, ketika merekatkan kayu dengan lem ini, jangan lupa untuk membiarkan permukaan lem mengering selama sekitar 10 menit sebelum merekatkan sisi-sisi permukaannya.

Lem ethyl cyanocrylate
Lem dari bahan ethyl cyanocrylate sering juga disebut dengan "Lem Korea". Lem ini bisa Anda gunakan untuk melekatkan plastik, kayu, karet, logam, kulit, dan keramik.

Lem Dextone Epoxy Adhesives

Lem jenis ini sering juga disebut dengan lem Dextone. Lem ini memiliki dua komponen, resin dan hardener (pengeras). Namun, sebelum Anda mengaplikasikannya pada kayu, Anda harus mencampur kedua jenis lem ini.

Lem ini mampu bertahan pada temperatur tinggi. Selain cocok untuk merekatkan besi, lem ini juga cocok untuk baja, tembaga, plastik, kayu, keramik, dan bahan lainnya.

Lem sealant silicone rubber

Sealant memiliki daya rekat luar biasa terhadap kaca, kayu, karet, kanvas, beberapa jenis plastik, dan keramik. Umumnya, lem silikon ini digunakan untuk konstruksi akuarium.

Lem polyurethane

Lem polyurethane dapat Anda gunakan dalam berbagai proyek, baik indoor maupun outdoor. Sebelum menggunakan lem ini, basahi permukaan kayu dengan lap basah. Setelah Anda sudah mengaplikasikan lem tersebut, segeralah menempelkan kedua sisi permukaan kayu dan biarkan 24 jam hingga lem mengering.

Sumber :
BERBAGAI SUMBER

Editor :
Latief