Kamis, 18 Desember 2014
UNIK
Panti Asuhan Unik dari Kontainer Bekas
Penulis : Tabita Diela | Rabu, 6 Februari 2013 | 10:54 WIB
|
Share:
www.inhabitat.com
Bagian eksteriornya dibuat berwarna-warni. Warna oranye, putih dan biru tampak mendominasi. Alhasil, ketika malam tiba, jendela-jendela besar dan jendela berbentuk lingkaran tampak bercahaya.

KOMPAS.com - Sepasang saudara mendirikan panti asuhan pada tahun 2000. Panti asuhan ini berada di Midrand, Afrika Selatan.

Anak yang mereka asuh mulai dari bayi hingga usia 16 tahun. Mereka membangun panti asuhan ini bagi anak-anak yang ditinggalkan atau kehilangan orang tua mereka.

Umumnya, alasan anak-anak ini terlantar karena kemiskinan, HIV, atau masalah sosial lainnya. Karena jumlah anak yang bergabung dalam panti asuhan ini semakin banyak, maka panti asuhan New Jerusalem ini meminta 4D and A Architects membangun rumah baru bagi anak-anak tersebut.

Firma arsitektur tersebut lalu menggunakan kontainer pengiriman barang sebagai material utama bangunan. Alasannya sederhana. Bahan ini 25 persen lebih murah ketimbang rumah konvensional berbahan batu bata dan adukan semen.

Setiap unit kontainer berisi cukup ruang untuk dua belas anak dan seorang ibu asuh. Kedua rumah di wilayah ini berbagi dapur komunal, ruang makan, dan area santai.

Semua ruang yang ada dalam fasilitas ini tampak sangat menginspirasi. Tidak hanya membuat anak-anak yatim merasa nyaman dan dicintai, namun juga membantu merangsang pertumbuhan mereka yang terlambat.

Bagian eksteriornya dibuat berwarna-warni. Warna oranye, putih dan biru tampak mendominasi. Alhasil, ketika malam tiba, jendela-jendela besar dan jendela berbentuk lingkaran tampak bercahaya.

Di dalamnya, tampilan rumah ini cukup sederhana. Dinding kontainer tampak tidak tertutup. Sebagian lantai diberi penutup kayu, sebagian lagi ditutup karpet.

Namun, tentu saja, pembiayaan merupakan tantangan bagi panti asuhan ini. Karena itulah, New Jerusalem meminta bantuan kepada donor swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan Departemen Perkembangan Sosial. Sampai saat ini, New Jerusalem tetap mencari bantuan agar misi kemanusiaan mereka menolong anak-anak korban kerasnya kehidupan ini tetap berjalan.


Sumber :

Editor :
Latief