Minggu, 20 April 2014
RISET
Harga Kondominium Terus Naik, Rp 24 Juta per Meter Persegi!
Penulis : M Latief | Jumat, 14 Desember 2012 | 17:40 WIB
|
Share:
shutterstock.com
Sementara itu, harga rata-rata kondominium di area primer tercatat pada harga Rp 23.469.819 per m2, naik 3,2 jika dibandingkan kuartal lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang Oktober-Desember 2012, total kumulatif proyek kondominium terbangun di Jakarta mencapai 105.793 unit, naik 5,4% k/k dan 23,4% t/t, dengan tambahan proyek baru selesai dibangun. Ada 17 proyek baru yang akan menambah total pasokan pada 2013 nanti.

Demikian hasil riset Cushman & Wakefield mengenai Pasar Properti Jakarta pada Kuartal 4 tahun 2012 dan Prospek 2013  yang disampaikan Dharmesti Sindhunatha Associate Director Marketing & Communications and Human Resources, Indonesia Cushman & Wakefield di Jakarta, Kamis (13/12/2012). Riset tersebut mencatat, aktivitas penjualan kondominium di wilayah sekitar Jakarta diperkirakan akan terus naik pada 2013 dikarenakan permintaan dari para pembeli yang terdiri atas investor dan pengguna akhir masih tinggi.

Beberapa proyek baru selesai dibangun itu antara lain Margonda Residence 3 (D Mall) di Depok, 1 Park Residences (Tower A, B, dan C) di Gandaria, Green Bay Pluit (Tower A, B, C, dan D) di Pluit, Verde Phase 1 di Setiabudi, dan Kubikahomy di BSD City. Sementara itu, sepanjang kuartal empat tahun ini proyek-proyek baru yang diluncurkan ke pasar termasuk diantaranya Gold Coast Apartment (Tower Atlantic) di Pantai Indah Kapuk, Bloomington di Kemang Village, Green Park View (Tower G) di Daan Mogot, Menteng Park di Cikini, Bintaro Parkview (Tower A) di Bintaro, 1 Park Avenue di Gandaria, Aeropolis Residences (Phase 2) di Tangerang, Saveria Apartment (Tower South dan North) di BSD City, Bassura City (Tower Edelweiss) di Jalan Basuki Rahmat, dan beberapa lainnya yang total mencapai 17 proyek.

Tujuh belas proyek tersebut menambah total pasokan proyek mendatang menjadi 79.622 unit. Proyek mendatang yang baru diluncurkan di kuartal empat didominasi oleh proyek-proyek berkelas menengah-bawah (41,1%), diikuti dengan kelas menengah (34,3%), kelas atas (13,7%), dan kelas menengah-atas (10,9%).

Pada akhir Desember ini, sebanyak 164 proyek mendatang telah ditawarkan ke pasar, yang terdiri atas 47,9% kondominium kelas menengah (38.141 unit), 28,3% kelas menengah-bawah, dan masing-masing 11,9% untuk kondominium kelas menengah-atas dan atas. Namun, berdasarkan lokasi persebarannya, mayoritas kondominium terbangun (69,2%) berada di wilayah sekunder dengan total sekitar 73.231 unit, sementara kawasan CBD berkontribusi sebanyak 22,3% dan kawasan primer sebanyak 8,5%.

Untuk apartmen, sebanyak 87,2% proyek berlokasi di area sekunder, sementara area CBD dan primer masing-masing mewakili 6,0% dan 6,8%. Mayoritas kondominium terbangun berada di wilayah Jakarta Selatan dengan persentase 31,8% dari total proyek, diikuti Jakarta Utara dengan 22,5%. Pada proyek mendatang, Tangerang mendominasi persebaran (21,2%) diikuti oleh Jakarta Selatan (19,6%).

Pertumbuhan harga jual

Tren harga kondominium terus naik sejalan dengan kenaikan harga tanah di Jakarta. Menutup tahun 2012, harga jual rata-rata kondominium di area CBD mencapai harga Rp 24.837.060 per m2, naik 3,3% k/k.

Sementara itu, harga rata-rata kondominium di area primer tercatat pada harga Rp 23.469.819 per m2, naik 3,2% jika dibandingkan kuartal lalu.

Seperti dipaparkan sebelumnya di Kompas.com, tahun depan, sebanyak 57.318 unit kondominium diprediksikan akan diluncurkan ke pasar. Hal ini akan membuat persaingan pasar semakin keras.

Saat ini, banyak developer yang menawarkan pemesanan unit pada saat pre-launching, yang akan mendorong konsumen untuk membeli kondominium dengan jumlah banyak. Strategi penjualan lebih kreatif, seperti lelang unit apartemen di hari peluncuran kondominium baru, akan banyak ditawarkan. Hal ini sehubungan dengan makin selektifnya para calon pembeli yang akan memilih produk dengan nilai uang yang terbaik.


Editor :
Latief