Rabu, 1 Oktober 2014
PENGEMBANG
Devas, Proyek "Mixed Use" Terbaru di Bali
Penulis : M Latief | Minggu, 2 Desember 2012 | 17:57 WIB
|
Share:
Devas
PT Danau Winata Indah melakukan peluncuran dan penjualan perdana proyek Devas di Jakarta, Minggu (2/12/2012). Tampak dalam gambar (Kiri Kanan) Project & Marketing Director PT Danau Winata Indah Eddy Arifin, Commissioner PT Danau Winata Indah Sutrisno Lukito, dan President Director PT Danau Winata Indah Candra Wijaya mengamati maket proyek Devas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Graha Cemerlang Group, melalui anak perusahaannya yakni PT Danau Winata Indah, membangun proyek terpadu (mixed use) yang diberi nama Devas di Bali. Proyek tersebut berada tepat di Jl I Gusti Ngurah Rai, By Pass Nusa Dua, yang merupakan perbatasan antara Nusa Dua dan Jimbaran.

Presiden Direktur PT Danau Winata Indah, Candra Wijaya, pada acara peluncuran dan penjualan perdana Devas di Jakarta, Minggu (2/12/2012), mengatakan pembangunan proyek ini menelan investasi Rp 1,2 triliun. Selain apartemen, kondominium hotel (kondotel), hotel, dan shopping arcade, proyek di atas tanah seluas seluas 3,3 hektare ini juga akan dilengkapi dengan art gallery, amphi theater dan sky bar and lounge seluas3000 m2 atau menyamai konsep Marina Bay Sand di Singapura.

"Kami merencanakannya sebagai pusat kebudayaan dan pergelaran seni dan pariwisata. Apalagi, proyek ini bersebelahan dengan monumen Margarana yang melambangkan kebebasan rakyat Bali," ujarnya.

"Kami juga diberikan hak untuk ikut mengelola setiap kegiatan pentas seni dan pariwisata di lingkungan monumen Margarana ini," tambahnya.

Ia mengatakan, pembangunan amphi theater bertujuan untuk menunjang sektor pariwisata karena di lokasi ini secara berkala akan digelar banyak pergelaran seni dan budaya ska nasional dan internasional. Pihaknya sendiri berencana membuat tiga kegiatan berskala internasional setiap tahunnya.

Selain itu, Devas juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, antara lain ballroom dengan fasad berupa layar LED berkapasitas 1000 orang, meeting room berkapasitas 100 orang, serta curve rooftop pool, restoran, skypark, salon dan spa, serta apartment courtyard. Untuk desain bangunannya, Devas diselaraskan dengan pengembangan green concept dengan arsitek dari THG Pty Ltd Melbourne, Australia, serta arsitek dari Design Scape Studio Singapore.

Rencananya, kata Candra, ground breaking proyek Devas akan dilakukan pada Januari 2013. Pihaknya menargetkan penyelesaian pembangunan dan diserahterimakan pada Juli 2014.

Daya tarik tol

Sementara itu, menurut Project & Marketing Director PT Danau Winata Indah Eddy Arifin, Devas membidik segmen pasar menengah atas dari Bali sendiri maupun beberapa kota lainnya seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Makassar. Salah satu daya tarik yang diandalkannya adalah lokasinya yang sangat strategis.

"Yaitu jika jalan tol di atas laut Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa sepanjang 9,702 kilometer ini selesai dibangun. Rencananya, jalan tol yang menghubungkan kawasan Bandara Ngurah Rai dengan Nusa Dua serta pelabuhan Benoa  akan dibuka pada Juli 2013 nanti," kata Candra.

Eddy menuturkan, untuk apartemen Devas menyiapkan 107 unit terdiri dari tipe Queen (38 m2). Apartemen ini disiapkan dengan harga perdana mulai Rp1,9 miliar, sementara tipe King (82 m2) dijual seharga mulai Rp 2,2 miliar.

Adapun untuk kondotelnya berjumlah 179 unit, terdiri dari  tipe Deluxe (38 m2) dengan harga perdana mulai Rp 999 juta dan tipe Suite (77,7 m2) dijual dengan harga perdana mulai Rp 2,1 miliar. Sementara hotel berjumlah 412 unit.

"Operator hotel untuk saat ini belum ditentukan. Kami sendiri ingin hotel ini dioperasikan oleh operator yang memiliki reputasi dunia dan akan dikelola sebagai hotel bintang lima," ujar Eddy.

Ia memperkirakan, harga sewa kondotel di superblok ini mencapai sekitar Rp 2 juta per malam. Ia memperkirakan, investor kondotel akan mencapai break event point (BEP) pada tahun ketujuh. 


Editor :
Latief