Minggu, 23 November 2014
TANAH
Tantangan "Sinting" di Tanah Miring
Penulis : Tabita Diela | Selasa, 7 Agustus 2012 | 13:06 WIB
|
Share:
Shutterstock
Membangun rumah di atas tanah berbukit dan lembah yang terjal adalah tantangan tersendiri bagi para arsitek. Sifat tanahnya tidak rata akan "memaksa" para arsitek untuk membuat sebuah kompensasi dengan kreasi unik.

KOMPAS.com - Membangun rumah di atas tanah yang datar memiliki proses pembangunan lebih mudah. Namun, bagaimana jika Anda terpaksa membangun rumah di atas tanah miring?

Melihat kondisi tersebut, ada baiknya Anda tidak terburu-buru membuatnya menjadi rata. Tanah miring atau berkontur dapat memberikan keunikan tersendiri pada rumah Anda.

Eksplorasi ruang

Membangun rumah di atas tanah berbukit dan lembah yang terjal adalah tantangan tersendiri bagi para arsitek. Sifat tanahnya tidak rata akan "memaksa" para arsitek untuk membuat sebuah kompensasi dengan kreasi unik.

Anda dapat memiliki ruang yang tersembunyi dari ruang lainnya dengan memanfaatkan kontur tanah tidak rata tersebut. Membangun rumah tanpa mengubah keadaan topografi tanah memerlukan perhitungan konstruksi dan bahan bangunan khusus.

Selain itu, untuk mempermudah pemiliknya, pengaturan ruang-ruang juga harus sangat diperhatikan. Sebisa mungkin, ruang-ruang dengan fungsi sejenis dikelompokkan dalam satu bidang tanah yang sama. Sebagai contoh, ruang tamu dikelompokan dengan ruang keluarga, ruang makan dengan dapur. Pengelompokkan ruangan akan menjadi lebih efektif dan efisien.

Karakter khusus rumah

Sebelum mulai membangun rumah, pastikan dulu siapa yang akan menghuni rumah tersebut. Bagi Anda yang berjiwa muda, karakteristik rumah di tanah miring mungkin tidak akan menyulitkan. Namun, sebagian orang lain mungkin akan mengalami kesulitan.

Rumah di atas tanah miring atau tanah yang tidak rata akan memanfaatkan banyak tangga. Selain itu, untuk mengkompensasikan ketinggian tanah berbeda-beda, para arsitektur mungkin akan bereksperimen dengan split level atau mezzaine. Bila kemiringan tanah tidak terlalu tajam, meskipun berbukit-bukit, bangunan rumah tidak perlu dibuat split level.

Edgy dengan kaca dan lampu

Bagi Anda yang menyukai gaya modern minimalis, rumah di atas tanah tidak rata, bisa jadi, merupakan rumah impian Anda. Contohnya seperti ini, Anda membangun rumah tiga setengah tingkat. Tingkat kedua adalah tingkat yang sejajar dengan level jalan. Tingkat pertama yang "tersembunyi", sementara tingkat tiga yang jauh di atas, dapat Anda maksimalkan dengan jendela-jendela besar.

Selain itu, Anda dan arsitek Anda dapat berkreasi dengan lampu-lampu, baik indoor maupun outdoor. Lampu bukan lagi hanya sekedar sebagai penerang di waktu malam, namun dapat juga menjadi aksen cantik bagi rumah Anda.

Namun, ada beberapa hal harus Anda perhatikan. Tanah miring cenderung kurang stabil dibandingkan tanah datar. Bila tidak paham dengan pengerjaan tanah miring, tanah jenis ini akan rawan longsor. Untuk itu, Anda harus membuat sistem drainase yang baik. Selain itu, perkuat tanah dengan menanam bambu, pohon mangga, atau pohon beringin.

Sumber :
Berbagai Sumber

Editor :
Latief