Minggu, 26 Oktober 2014
DESAIN KAYU
Sepenggal Kenangan di "Sangkar Credenza"
Penulis : Natalia Ririh | Kamis, 10 Mei 2012 | 15:56 WIB
|
Share:
NATALIA RIRIH
Sangkar Credenza karya desainer Dodik Wahyu Sagung.

KOMPAS.com - Berawal dari ketertarikannya melihat sangkar burung, Dodik Wahyu Sagung terinspirasi menciptakan "Sangkar Credenza". Hasil karyanya ini berhasil menyabet predikat The Best Overall Winner pada kompetisi desain kayu Amerika atau dikenal dengan Indonesia Furniture Design Competition (IFDC) 3.

Sangkar burung, menurut Dodik, mengembalikan ingatannya akan kenangan indah panorama dan kehidupan pedesaan. Mengambil konsep sangkar burung ini seolah mewakili tradisi citarasa lokal, yang dikolaborasikan dengan konsep retro dan modern, lalu berfungsi sebagai credenza di ruang tamu.

Dodik mengaku tak menampik, bahwa dirinya sengaja mendesain credenza lengkap dengan jeruji, persis seperti sangkar burung. Tujuannya, kata dia, agar credenza ini juga berfungsi sebagai sarana pajangan.

Dilengkapi pintu geser, detail konstruksi pada drawer menggunakan dovetail joint dengan detail frame pintu dan kaki silang membuat credenza ini tampil unik, ringan, dan terkesan rileks.

"Saat mendesain saya hanya berpikir bagaimana credenza ini masuk ke desain tropis. Selain itu, apakah desain ini cukup aplikatif dan bisa diterima baik di Indonesia maupun secara universal," kata Dodik.

Ketua Juri IFDC 3, Joshua Simanjuntak, mengatakan, bahwa karya Dodik berhasil menjadi pemenang karena berani menampilkan keunikan, kreativitas, namun tetap berselera modern.

"Ide penggunaan sangkar burung ini unik, yang bisa dikatakan sangat Indonesia namun tetap modern tampilannya," ujarnya.

Ia menambahkan, pada penjurian kali ini kriteria penilaian meliputi kreativitas, orisinalitas, fungsionalitas, serta mudah dipasarkan. Tema credenza pada kompetisi ini untuk membuka kesempatan besar bagi para desainer bermain-main dengan elemen ruang. Selain itu, lanjut Joshua, yang tidak kalah penting adalah efisiensi penggunaan material kayu.

"Desainer harus mengerti cara menyampaikan nilai estetika tanpa mengorbankan efisensi penggunaan materialnya," ujarnya.

Selain "Sangkar Credenza", dari 189 karya yang masuk, tim juri menetapkan Ruby Sofyan dengan karya Tantrum Trap menjadi pemenang kategori The Most Aesthetic Winner, Nuriyanto dengan karya "Gelis" menjadi pemenang kategori The Most Functional Winner, dan Sugeng Untung dengan karya "Credensiana" menjadi pemenang kategori The Most Innovative Winner.


Editor :
Latief