Jumat, 28 November 2014
TREN PROPERTI
Wah...Banyak yang Membeli Apartemen secara Tunai Bertahap!
Penulis : M.Latief | Senin, 9 April 2012 | 17:35 WIB
|
Share:
shutterstock
Survei Colliers International menemukan, banyak yang membeli apartemen dengan cash installment mencapai 55% - 70% dari keseluruhan pembeli, yang berkisar dari segmen bawah hingga atas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembeli apartemen di DKI Jakarta saat ini didominasi kalangan yang menggunakan metode pembayaran cash installment atau tunai bertahap. Hal itu dinilai lebih tidak merepotkan dibandingkan metode kredit pemilikan apartemen (KPA).

Mengapa banyak yang tidak memakai KPA, karena KPA dipandang lebih ribet.
-- Ferry Salanto

"Mengapa banyak yang tidak memakai KPA, karena KPA dipandang lebih ribet," kata Associate Director Research Colliers International, Ferry Salanto, di acara paparan perkembangan sektor properti kuartal I 2012 oleh perusahaan konsultan properti Colliers International di Jakarta, Senin (9/4/2012).

Ferry mengatakan, para pembeli lebih tidak memilih KPA karena enggan direcoki dengan berbagai persyaratan, seperti harus membuka tingkat penghasilan mereka. Selain itu, lanjutnya, para pembeli lebih memilih cash installment karena dinilai lebih simpel dan memiliki tingkat fleksibilitas lebih tinggi.

Berdasarkan survei yang dihimpun Colliers International ditemukan, bahwa mereka yang membeli apartemen dengan cash installment mencapai 55% - 70% dari keseluruhan pembeli, yang berkisar dari segmen bawah hingga atas. Sedangkan para pembeli dengan metode KPA adalah berkisar antara 10% - 20%, masih di bawah para pembeli dengan metode hard cash (tunai langsung) sebanyak 20% - 30%.

Ferry juga mengungkapkan, hal yang menarik adalah pembayaran melalui KPA juga tidak diminati oleh para pembeli apartemen rusunami (rumah susun sederhana milik).

"Padahal, unit (rusunami) ini awalnya merupakan proyek subsidi pemerintah yang diperuntukkan bagi kalangan berpenghasilan rendah-menengah," katanya.

Menurut dia, hal itu dapat mengindikasikan, bahwa terdapat penyimpangan target sasaran untuk pemilik rusunami. Pasalnya, berdasarkan fakta yang ditemukan, banyak dari pembeli adalah para investor. Sementara mengenai lebih besarnya pembelian apartemen menggunakan metode hard cash dibanding KPA, ia mengemukakan, hal itu karena pembeli dari kelas menengah-atas memiliki kapabilitas finansial kuat serta tidak ingin direpotkan dengan berbagai prosedur perbankan.


Sumber :
ANT

Editor :
Latief