Menpera Usulkan Kenaikan Harga Rumah Bervariasi
Penulis : Natalia Ririh | Sabtu, 31 Maret 2012 | 05:16 WIB
|
Share:
shutterstock
Saat ini kebutuhan rumah baru setiap tahunnya masih tertinggal dengan jumlah pasokan yang dapat disediakan pengembang per tahun.

MANADO, KOMPAS.com - Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz mengusulkan kenaikan harga rumah secara bervariasi. Sebelumnya, Menpera mengupayakan rumah bebas Pajak Pertambahan Nilai (PPN) harganya naik  menjadi Rp 70 juta ke atas.

"Menpera tengah mengusulkan kenaikan harga rumah bebas PPN tergantung wilayahnya," kata Setyo Maharso, Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) kepada wartawan dalam kegiatan media gathering menyambut HUT REI ke 40 di Manado, Sulawesi Utara, Jumat (30/3/2012).

Setyo mengatakan harga rumah bebas PPN tersebut untuk wilayah Sumatera, Kalimantan dan Jawa sebesar Rp 88 Juta. Untuk Sulawesi, Batam, dan Bali sebesar Rp 95 Juta, dan Papua sebesar Rp 145 Juta. "Karena harga rumah di tiap wilayah itu berbeda-beda," ujarnya.

Sebelumnya, Kemenpera telah menetapkan harga rumah sejahtera tapak dengan fasilitasi likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebesar Rp 70 juta dengan besaran suku bunga 7,25 persen dari sebelumnya 8,15 persen.

Rumah ini dapat diangsur sebesar Rp 575.00  dari sebelumnya Rp 625.000, dengan biaya saat pertama akad kredit Rp 7.615.000. Dalam pelaksanannya, pengembang mengaku kesulitan merealisasikan rumah tipe 36 dengan harga Rp 70 Juta.

"REI tetap memegang komitmen untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Tapi memang harganya harus disesuaikan wilayah. Rumah Rp 70 Juta tipe 36 itu tidak ada stoknya," ujarnya.


Editor :
A. Wisnubrata