Sabtu, 19 April 2014
SIMON REUBEN
Kaya Raya di Inggris, Membangun Kerajaan Properti
Jumat, 17 Februari 2012 | 14:44 WIB
|
Share:
Kontan
Di bidang properti, Simon juga membuka peluang investasi patungan atau joint venture. Khusus segmen ini, Reuben Brothers menyediakan dana sebesar 1 miliar, bekerjasama dengan Deutsche Bank.

KOMPAS.com - Pandai menangkap peluang menjadi rahasia bisnis Simon Reuben. Bersama abangnya, David Reuben, mereka lebih dikenal sebagai Reuben Brothers.

Kekayaan keduanya nongkrong di peringkat kedua orang terkaya di Inggris tahun 2011 oleh majalah Forbes dengan kekayaan sebesar US$ 8 miliar. Saat ini keduanya merupakan kepala eksekutif bersama di Reuben Brothers. Perusahaan tersebut kini memiliki investasi di mancanegara dan berbagai properti di Inggris.

Menjadi pemain di bisnis investasi dan real estate memang selalu melibatkan dana besar. Kesuksesan berbisnis di dua bidang ini membawa keberuntungan pada konglomerat Inggris, Simon Reuben.

Namun, keberuntungan pria berusia 63 tahun ini tak didapatkan begitu saja. Dia harus meninggalkan bisnis lamanya untuk bergabung dengan abangnya mengelola Trans Wold.

Memang, meskipun nama mereka melambung di bisnis aluminium Trans World, kedua bersaudara ini menjual aset mereka di tahun 2000 dan mendirikan perusahaan investasi dan real estate yang lebih stabil. Kini, kongsi abang-adik ini bernama Reuben Brothers. Kekayaan mereka berdua tercatat mencapai US$ 8 miliar di 2011 lalu, versi majalah Forbes.

Reuben Brothers bergerak di bidang investasi dan real estate. Seperti terdapat dalam situs perusahaan, bisnis Reuben Brothers berfokus pada kawasan Inggris dan Eropa.

Di bidang investasi, ada empat perusahaan utama yang menggerakkan bisnis Reuben Brothers. Salah satunya, Bandara London Oxford.

Mereka juga memiliki Global Switch, perusahaan pusat data di Eropa dan Asia Pasifik. Di sektor energi, keduanya membangun perusahaan bernama RB Resources.

Bisnisnya terbentang dari perdagangan komoditas logam, distribusi dan perdagangan komoditas minyak, pertambangan, dan pertanian. Kedua bersaudara ini juga tak melepaskan kesempatan di bisnis hiburan. Melalui Wellington Pub Co, Reuben Brothers mengelola pub estate terbesar di Inggris, dengan menyewakan 850 pub.

Reuben bersaudara juga memiliki Northern Racing Plc. Perusahaan ini mengoperasikan sepuluh tempat pacuan kuda di Inggris dan menguasai 15,5% pangsa pasar perlengkapan balapan. Selain berinvestasi, kedua bersaudara ini juga membuka kesempatan menanamkan dana dengan cara patungan lewat Venture Capital.

Perkembangan unit real estate Reuben Brothers tak lepas dari peran Simon. Pada awal bergabung dengan Trans World Groups, Simon berlari mendalami investasi properti. Perlahan-lahan ia membuat portofolio hingga miliaran Dollar AS di Inggris.

Saat ini, portofolio real estate mereka dibagi menjadi holding real estate, holding ritel, pengembangan sendiri, serta perusahaan patungan. Bisnis properti milik Reuben bersaudara juga terdiversifikasi mulai dari pusat perbelanjaan, residensial, hotel, perkantoran, sampai properti yang menyatukan semua jenis ini atau yang dikenal dengan mix-used.

Bidang usaha holding real estate ini menjadi wadah bagi kedua bersaudara ini memiliki aset properti di Inggris dan luar negeri. Beberapa properti yang dimiliki Reuben adalah The Piccadilly Estate, Menara Millbank, kantor pusat The John Lewis, juga kantor-kantor American Express.

Di luar negeri, Reuben memiliki aset properti di Monaco, New Jersey, Jerman, Prancis, Rumania, hingga Tel Aviv, Israel. Di bidang properti ritel, Reuben memiliki beberapa pusat perbelanjaan. Beberapa di antaranya adalah Eden dan St James Retail Park di Newcastle. Mereka juga memiliki beberapa gerai ritel high street di pusat kota London.

Di bidang properti, Simon juga membuka peluang investasi patungan atau joint venture. Khusus segmen ini, Reuben Brothers menyediakan dana sebesar € 1 miliar, bekerjasama dengan Deutsche Bank.

Beberapa proyek yang dibangun lewat cara ini antara lain, Merchant Square seluas 2 juta kaki persegi di Paddington, London. Proyek ini memiliki enam bangunan. Salah satunya, pencakar langit 41 lantai untuk perkantoran, apartemen dan fasilitas lifestyle. (Riendy Astria, Sanny Cicilia)

Sumber :
KONTAN
Editor :
Latief