Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
LINGKUNGAN
Rumah Tapak, Penikmat Energi Terbesar di Jakarta
Natalia Ririh | Latief | Selasa, 7 Februari 2012 | 19:29 WIB
|
Share:
KRISTIANTO PURNOMO/KOMPAS IMAGES
Berdasarkan data Kepala Dinas P2B DKI Jakarta, rumah tapak merupakan pengguna energi terbesar yakni sebesar 33 persen, industri mencapai 32 persen, 17 persen dari penerangan jalan, sisanya lain-lain.

JAKARTA, KOMPAS.com - Data dari Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta menyatakan, bahwa konsumsi energi dari rumah tapak di Jakarta adalah yang terbesar, yaitu 33 persen. Kepala Dinas P2B I Putu Ngurah Indiana berharap, konsumsi energi ini diharapkan dapat dikurangi dengan menyiasati rancangan rumah tinggal hemat energi.

Arsitek dapat menjadikan situasi ini sebagai tantangan. Menyiasati desain rumah hemat energi, juga dibutuhkan kepekaan dalam mengolah dan menampung air untuk kepentingan penghematan.
-- Her Pramtama

"Mengutip pernyataan Kepala Dinas P2B DKI Jakarta, rumah tapak merupakan pengguna energi terbesar yakni sebesar 33 persen, industri mencapai 32 persen, 17 persen dari penerangan jalan, sisanya lain-lain. Beliau berharap penghematan energi bisa disiasati dari peranan desain atau rancangan arsitek," kata Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jakarta, Her Pramtama, di Jakarta, Jumat (3/2/2012).

Pramtama menambahkan, selain data P2B tentang konsumsi energi rumah tinggal terbesar, hal memprihatinkan lainnya adalah penggunaan air tanah yang dikonsumsi rumah tapak juga besar.

"Arsitek dapat menjadikan situasi ini sebagai tantangan. Dengan menyiasati desain rumah hemat energi, juga dibutuhkan kepekaan dalam mengolah dan menampung air untuk kepentingan penghematan," ujarnya.

Konsumen penggunaan energi, menurut Pramtama, bukan sebatas pada bangunan untuk kelas menengah ke atas, melainkan juga skala kecil. Karena rumah-rumah menengah ke bawah ketika diformulasikan konsumsi energinya juga cukup besar.

"Untuk kalangan tertentu sudah paham tentang penghematan energi. Kelas bawah juga hemat, karena konsumsi energi untuk rumah tangga juga kecil. Ini terutama untuk rumah-rumah menengah 200 - 1.000 meter persegi," katanya.



Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?