Senin, 22 September 2014
Ogan Permata Palembang Bangun Mal di Perumahan
Penulis : Robert Adhi Kusumaputra | Kamis, 17 Februari 2011 | 18:24 WIB
|
Share:
Robert Adhi Ksp/KOMPAS
Waterboom di Ogan Permata Indah, Jakabaring, Palembang

PALEMBANG, KOMPAS.com - Grup PT Sekawan Kontrindo yang membangun perumahan Ogan Permata Indah, dalam waktu dekat membangun pusat perbelanjaan di kawasan perumahan yang berlokasi di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan.

"Pusat perbelanjaan ini akan melengkapi fasilitas lain yang sudah dibangun lebih dulu, yaitu gedung pertemuan dan waterboom," kata Hendarmin, Direktur PT Sekawan Kontrindo kepada Kompas.com, pekan lalu di Palembang.

Grup pengembang ini membangun proyek perumahan Ogan Permata Indah sejak tahun 1997 lalu di lahan seluas 120 hektar. Tahap pertama, pengembang ini membangun RSS, setelah itu rumah sederhana, dan sejak tahun 2007 lalu, mulai membangun rumah menengah atas. Dari 120 hektar, tinggal 70 hektar lahan yang masih kosong.

Kawasan Jakabaring saat ini makin ramai. Terutama setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyatakan akan memindahkan seluruh kantor pemerintahan ke Jakabaring. Berbagai kompleks perumahan dibangun.

Tahun 2004 dibangun perumahan khusus PNS. Ketika PON digelar di Palembang tahun 2004, atlet dari berbagai provinsi diberi tempat tinggal di rumah-rumah tipe 36.

Menurut Hendarmin, pihaknya mulai membangun rumah-rumah kelas atas di klaster Cendana sebanyak 55 unit. Harga rumah antara Rp 600 juta dan Rp 1 miliar. "Rumah-rumah ini pun habis terjual," kata generasi kedua perusahaan Sekawan Kontrindo ini.

Pembeli rumah di Ogan Permata Indah sebagian besar orang Palembang sendiri, selebihnya orang luar Palembang.

Perusahaan ini awalnya perusahaan kontraktor terbesar di Sumatera Selatan, yang kemudian mengembangkan usaha lain ke bisnis perkebunan, supplier, dan properti.

Larisnya penjualan rumah di Jakabaring sebagai dampak tingginya harga komoditas alam mulai karet sampai sawit. Banyak petani karet dan sawit yang membeli rumah di Jakabaring. Mereka menyekolahkan anak-anak mereka di perguruan tinggi yang lokasinya tidak terlalu jauh dari Jakabaring.

Sampai awal tahun 2011, jumlah penduduk perumahan Ogan Permata Indah tercatat 2.000 keluarga, belum termasuk 1.000 keluarga PNS. Di kawasan Jakabaring terdapat pula danau aset pemprov seluas 10 hektar. Danau ini menjadi tempat wisata pada setiap akhir pekan. Sayangnya tidak dikelola dengan baik.

Hendarmin berharap pemerintah membuat citra Jakabaring menjadi lebih baik, tidak lagi sebagai tempat jin buang anak.

Hendarmin berpendapat prospek properti di Kota Palembang sangat bagus. "Selama harga komoditas alam tetap tinggi, dan dukungan suku bunga yang relatif rendah, sekitar 8,8 persen, pembelian rumah tetap tinggi," kata alumnus SMA Xaverius I Palembang lulusan tahun 1994. (KSP)