Rabu, 1 Oktober 2014
Pengembang Lirik Balikpapan
Jumat, 5 November 2010 | 18:03 WIB
|
Share:
KONTAN
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Walaupun penduduk kota Balikpapan hanya sekitar 600.000 orang, toh kota di Kalimantan Timur tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengembang.

Kami memilih kota ini karena prospek pasar (di kota ini) cerah karena kebutuhan huniannya meningkat. - Harijanto Thany

Lihat saja yang dilakukan PT Ciputra Bukit Indah (CBI). Mulai awal November 2010 ini, anak perusahaan PT Ciputra Property Tbk tersebut memulai pembangunan perumahan di Balikpapan, tepatnya di Jl. MT Haryono. Nama perumahan yang mulai dibangun tersebut Citrea Bukit Indah yang akan terdiri dari beberapa kluster.

Menurut Alfa, Project Manager PT CBI, kluster pertama yang dibangun adalah Thee Green Ville dan berada diatas lahan 2 hektare. Harga setiap unitnya di kisaran Rp 400 juta hingga Rp 700 juta. Adapun jumlah unit yang akan dibangun mencapai ratusan unit.

PT Cowell Development Tbk juga tengah menyerbu properti di kota ini. Mulai November ini, Cowell membangun beberapa hunian jenis klaster, di antaranya BluebellWood Hill di kawasan perumahan Borneo Paradiso. Jumlah rumah yang akan dibangun berkisar antara 200 hingga 300 unit dan direncanakan bisa diserahkan kepada para pembelinya tahun 2011.

"Kami memilih kota ini karena prospek pasar (di kota ini) cerah karena kebutuhan huniannya meningkat," ujar Harijanto Thany, Direktur Utama Cowell Kamis (4/11).

Harijanto bilang, pemasaran kluster BluebellWood Hill sudah dilakukan sejak awal November ini. Ia optimistis, seluruh unit kluster tersebut akan habis terjual awal tahun depan.

Sekretaris DPD Real Estate Indonesia (REI) Balikpapan Andy Sangkuru bilang, kendati jumlah penduduk kota Balikpapan relatif sedikit, namun sekarang banyak pengembang mulai melirik kota tersebut, terutama perumahan kelas menengah dan premium.

Andy bilang, di kota Balikpapan hingga daerah yang dekat dengan bandara masih memiliki banyak lahan kosong dan harga tanahnya juga tergolong murah. Sementara daya beli penduduk juga cukup baik. "Itu semua menjadi santapan lezat bagi para pengembang," katanya. (Ario Fajar/KONTAN)

Sumber :
KONTAN
Editor :
R Adhi KSP