Minggu, 31 Agustus 2014
Pusat Perbelanjaan
Mal-mal di Semarang Kekurangan Lahan Parkir
Penulis : Herpin Dewanto Putro | Rabu, 5 Mei 2010 | 21:44 WIB
|
Share:

SEMARANG, KOMPAS - Kasus melubernya parkir kendaraan pengunjung Mal Paragon hingga ke badan jalan dan trotoar di Jalan Pemuda menjadi pembelajaran bagi Pemerintah Kota Semarang. Di pusat-pusat keramaian, parkir kendaraan yang meluber hingga mengganggu lalu lintas dan kepentingan umum harus segera ditindak.

Komisi C DPRD Kota Semarang, Selasa (4/5), memanggil pengelola Mal Paragon. Komisi C beserta beberapa satuan kerja perangkat daerah di Kota Semarang melakukan inspeksi mendadak ke lokasi mal untuk melihat kondisi yang sebenarnya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono menyebutkan, pusat-pusat bisnis lain yang menyebabkan kendaraan meluber ke jalan raya atau trotoar juga harus ditindak. Pembiaran terhadap pelanggaran aturan akan menjadi preseden buruk.

"Kita harus menghentikan hal yang tidak benar. Kasus Paragon ini menjadi pembelajaran untuk yang lain," kata Agung.

General Manager Mal Paragon Handoyo K Setyadi menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan lahan parkir untuk 800 sepeda motor di lahan bekas kantor PT WIKA. Ketika pengunjung ternyata lebih dari perkiraan, pengelola telah menyewa satu lahan di seberang Hotel Novotel yang dapat memuat 2.500 sepeda motor.

"Kami juga kewalahan menghadapi parkir liar. Kami tidak keberatan kalau mau ditertibkan oleh pemerintah," kata Handoyo.

Hampir di semua pusat perbelanjaan di Kota Semarang kekurangan tempat parkir kendaraan bermotor. Kendaraan para pengunjung pun terpaksa diparkir di pinggir jalan sehingga menghilangkan fungsi trotoar dan menambah kemacetan jalan.

Mal Ciputra Semarang, misalnya, sudah membangun dua gedung parkir dan dua lahan parkir sepeda motor berkapasitas total 600 mobil dan 800 sepeda motor. Namun, fasilitas parkir itu tidak cukup untuk menampung kendaraan para pengunjung. Pihak luar pun memanfaatkan kondisi ini untuk membuka jasa parkir di pinggir jalan di sekitar mal.

Senior Staf Promosi DP Mal Semarang, Andre, Selasa (4/5), di Semarang mengakui, tidak tertutup kemungkinan manajemen DP Mal membuka lahan parkir baru.

Direktur PT Ciputra Semarang Sugwantono Tanto mengakui, manajemen Mal Ciputra terkendala dengan keterbatasan lahan untuk membangun gedung parkir baru. Selain itu, pemasukan dari jasa parkir hanya cukup untuk menutup biaya operasional dan menggaji karyawan.

"Fasilitas parkir bukan sebuah bisnis. Kalau ada warga atau pihak lain yang membuka jasa parkir di sekitar mal, kami justru senang," kata Sugwantono. (Amanda Putri Nugrahanti/Herpin Dewanto Putro/KOMPAS Cetak Lembar Jawa Tengah)


Editor :
ksp