
PONTIANAK, KOMPAS.com - Pemerintah Australia meminjamkan 300 juta dollar Australia atau sekitar Rp 2,54 triliun untuk peningkatan jalan dan jembatan nasional di kawasan timur Indonesia dalam proyek yang disebut Eastern Indonesia National Road Improvement Project.
Pinjaman lunak itu dikerjakan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum di Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Wakil Menteri PU Hermanto Dardak, dan Duta Besar Australia Bill Farmer, Kamis (18/3), meninjau perkembangan Eastern Indonesia National Road Improvement Project (EINRIP) di ruas Pontianak-Tayan, Kalimantan Barat. Proyek Pontianak-Tayan merupakan proyek pertama EINRIP yang mulai dibangun.
”Masa tenggang pinjaman ini sepuluh tahun, dengan masa pembayaran kembali berjangka waktu 40 tahun. Sementara suku bunga pinjaman ini sebesar nol persen,” kata Wakil Menteri PU.
Menteri PU Djoko Kirmanto menegaskan, pendanaan dari pinjaman Australia ini sangat berperan untuk meningkatkan ruas-ruas jalan di Indonesia timur. ”Khusus untuk ruas Pontianak-Tayan, bila kualitas jalan ini baik, sangat dinantikan karena menjadi bagian Sistem Jaringan Jalan ASEAN atau ASEAN Highway,” katanya.
Duta Besar Australia Bill Farmer menegaskan, pinjaman lunak 300 juta dollar Australia ini merupakan pinjaman terbesar yang pernah diberikan kepada Indonesia. ”Untuk sektor pembangunan jalan, sebenarnya peran serta Australia sudah dimulai sejak 40 tahun lalu. Khusus di Kalimantan Barat, kami pernah ikut membangun di Kabupaten Sanggau,” ujar dia.
Bill Farmer mengatakan, pinjaman ini diberikan karena Pemerintah Australia memahami dampak besar dari pembangunan jalan terhadap pertumbuhan ekonomi. ”Mungkin di Indonesia ratusan kilometer jalan sudah kami danai,” ujar dia. (Haryo Damardono/Agustinus Handoko/KOMPAS Cetak)
