Jumat, 28 November 2014
Aston Paramount, Hotel Bintang 4 Pertama di Serpong
Penulis : Robert Adhi Ksp | Jumat, 12 Maret 2010 | 20:33 WIB
|
Share:
Robert Adhi Ksp/KOMPAS
CEO Paramount Serpong Tanto Kurniawan dalam acara topping-off Hotel Aston Paramount Serpong, Jumat (12/3/10)
TERKAIT:

SERPONG, KOMPAS.com - Serpong akan memiliki hotel bintang empat pertama, yaitu Hotel Aston Paramount Serpong. Hotel yang akan dikelola oleh Aston International ini terdiri dari 173 kamar, sembilan di antaranya kamar suite. Hotel yang dibangun di atas lahan 5.000 m2 di kawasan CBD di Gading Serpong, Tangerang, direncanakan beroperasi pada 10 Oktober 2010 mendatang.

CEO Paramount Serpong Tanto Kurniawan dalam acara topping off Hotel Aston Paramount Serpong Jumat (12/3) sore mengatakan, pada awalnya hotel tersebut dirancang sebagai hotel bintang tiga dengan 143 kamar. "Namun melihat pasar di kawasan Serpong sangat menjanjikan, kami menaikkan bintang hotel ini menjadi bintang empat dengan 173 kamar," kata Tanto. Melihat pasar yang menjanjikan itu, pihak Aston yakin dalam waktu lima tahun ke depan, akan mencapai titik impas.

Saat dilakukan ground breaking April 2009, dunia properti baru terkena imbas krisis ekonomi global. Banyak pengembang yang ragu melebarkan sayap bisnisnya. Namun menurut Tanto Kurniawan, dia melihat tatanan ekonomi Indonesia begitu baik. Meskipun sempat turun pada kuartal pertama tahun 2009, bisnis properti naik lagi pada kuartal kedua, ketiga, dan keempat, hingga tahun 2010 ini.

Senior Vice President Aston International John Flood mengatakan, Aston Paramount Serpong merupakan hotel pertama yang dikelola Aston di wilayah Tangerang. "Ini akan menjadi ikon Tangerang. Lokasinya pun dekat dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hotel ini memiliki meeting room dan ballroom. Aston juga mengedepankan sistem hemat energi sehingga membuat hotel ini eco-friendly," kata John.

Direktur PT Paramount Propertindo Ervan Adi Nugroho mengatakan hotel dengan 13 lantai (tidak termasuk basement) ini dilengkapi dengan ballroom seluas 660 m2 dan empat meeting room. "Hotel ini menghabiskan biaya Rp 100 miliar," kata Ervan.

Direktur Utama PT Multikon Hartanto Joyopranoto menambahkan, pembangunan hotel ini dikerjakan dalam 330 hari, dan direncanakan selesai pada 16 Agustus 2010.

Disegani
Tanto Kurniawan mengatakan, bentuk hotel itu akan sangat impresif. "Kalau Anda datang lagi pada bulan Oktober, lobi hotel ini akan terlihat impresif," katanya. Menurut Tanto, Paramount Serpong yang dipimpinnya belum tiga tahun didirikan, namun kini sudah menjadi salah satu pemain properti yang disegani di Serpong.

"Kami tidak hanya memikirkan keuntungan semata. Kami menggunakan hati saat mengembangkan kawasan ini," kata Tanto yang pernah menjadi "tangan kanan" Ciputra di Grup Jaya itu.  Ia memberi contoh, restoran yang akan dibuka di hotel ini adalah restoran yang menyajikan menu baru dengan bahan bermutu. Menu-menu itu disajikan dengan benar dan dengan harga yang sangat wajar.

Tanto menambahkan pula, dalam waktu dekat, Paramount akan mengembangkan Central Walk, lifestyle center, yang akan beroperasi tahun 2011, juga membangun Paramount Plaza, yang digunakan hanya untuk kantor grup Paramount. "Yang pasti, jika Anda datang lagi ke kawasan ini pada akhir tahun 2010 dan tahun 2011, wajah Paramount Serpong sudah berubah.

"Saya percaya kawasan Serpong adalah kawasan menarik. Paramount bersama Summarecon Serpong mengambangkan Gading Serpong. Kami saling melengkapi. Apa yang dibangun, dapat dinikmati bersama," kata Tanto.


Editor :
ksp