Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Wuih... Perputaran Uang "Trafficking" Lebih Besar dari Narkotika
Antony Lee | made | Sabtu, 21 November 2009 | 16:31 WIB
|
Share:
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Mural berisi kampanye melawan penculikan dan perdagangan manusia, khususnya penjualan anak, saat ini banyak dijumpai di kawasan pedesaan. Salah satunya terdapat di Desa Siyono, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Minggu (8/11). Dari sejumlah kasus, kemiskinan dan keterbelakangan pendidikan menjadi faktor utama yang mendorong para orangtua menjual anaknya.
TERKAIT:

SALATIGA, KOMPAS.com — Perputaran uang pada perdagangan manusia (trafficking) jauh lebih besar dibanding pembalakan liar maupun narkotika sehingga cukup menggiurkan bagi para pelakunya. Sementara itu, dari seluruh korban, sekitar 70 persen korban trafficking merupakan perempuan dan anak.

"Persoalan trafficking ini bagian kecil, tetapi akut. Tahun 2008, perputaran uang trafficking mencapai Rp 32 triliun hingga Rp 36 triliun. Sementara itu illegal logging Rp 15 triliun dan narkotika Rp 25 triliun," kata Deputi III Bidang Perlindungan Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan Subagyo dalam Seminar Nasional dan Workshop "Penanganan Trafficking dan KDRT dalam Berbagai Perspektif" di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Sabtu (21/11).

Subagyo menegaskan, perempuan kerap dianggap di bawah sehingga menimbulkan kekerasan terhadap perempuan. Dia menambahkan, dari 6 juta tenaga kerja Indonesia di luar negeri, sebanyak 4 juta di antaranya perempuan. Mereka menjadi pekerja informal karena pendidikan rendah.



Pakai Gipsum, Ruangan Jadi Lebih Dingin

Dengan daya hantar panas yang kecil aplikasi gipsum menjadikan ruangan lebih dingin serta tahan terhadap api. Apalagi keunggulannya?