
JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengambil alih Bank Century pada 21 November 2008, kini kondisinya mulai membaik. Pada triwulan I-2009, Century sudah mengantongi laba lebih dari Rp 50 miliar.
Direktur Utama Bank Century Maryono mengungkapkan, perbaikan kinerja Century tak lepas dari meningkatnya kepercayaan nasabah. Di tangan pemilik dan manajemen baru, nasabah lama yang sempat meninggalkan bank mulai kembali dan meningkatkan dana simpanan mereka.
Tentu, kondisi Bank Century belum 100 persen pulih. "Pemulihan sudah 20 persen hingga 30 persen ," kata Maryono, Senin (18/5), saat berkunjung ke Kontan.
Kepercayaan nasabah mulai membaik, menurut Maryono, karena keseriusan pemerintah menyuntik dana untuk menyehatkan bank tersebut. Walhasil, secara neto Century sudah menikmati arus likuiditas yang positif. Pada Januari 2009, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang masuk secara neto mencapai Rp 54 miliar. Bulan selanjutnya meningkat menjadi Rp 150 miliar dan merangkak naik lagi menjadi Rp 204 miliar, Maret lalu.
Century menargetkan bisa menikmati pertumbuhan DPK bersih sebesar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar per bulan. "Jadi paling tidak 10 bulan ke depan ada tambahan DPK sekitar Rp 2 triliun," kata Maryono.
Saat ini, ada 33.000 rekening nasabah di Century. Sementara rekening kreditnya sebanyak 14.000. Rasio kecukupan modal (CAR) Century juga sudah di atas 8 persen.
Maryono menyatakan, sesuai ketentuan, LPS hanya punya waktu tiga tahun untuk menguasai Century, dengan opsi perpanjangan selama setahun dan maksimal dua kali perpanjangan. Setelah itu, LPS harus melepas Century ke investor.
Maryono secara internal menargetkan, dalam tempo dua tahun Century sudah dalam kondisi siap jual dengan nilai yang lebih besar daripada seluruh modal LPS yang masuk ke sana. "Sekarang saja sudah banyak investor yang tertarik," katanya. (Fransiska Firlana/ Kontan)
