
JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Teguh Satria mengatakan, Wakil Presiden M Jusuf Kalla memerintahkan pembentukan tim khusus guna menyelesaikan permasalahan perizinan untuk pembangunan rumah susun (rusunami/rusunawa).
"Tadi, Wapres perintahkan bentuk tim untuk soal perizinan sehingga dalam satu bulan (perizinan) bisa selesaikan," kata Teguh Satria seusai rapat di kantor Wapres Jakarta, Rabu (29/4).
Rapat khusus soal pembangunan rusun dipimpin langsung oleh Wapres M Jusuf Kalla dan juga dihadiri Menpera Yusuf Asy’ary, Dirut PT Krakatau Stell Fazwar Bujang. Sementara itu, Menpera menyatakan hingga saat ini belum ditetapkan siapa saja akan masuk dalam tim khusus perizinan tersebut.
"Ini baru saja diputuskan wapres jadi belum ditentukan siapa saja," kata Menpera.
Dalam rapat tersebut, tambah Menpera, dibahas perkembangan pembangunan rusunami dan rusunawa. Menurut Menpera dari 552 tower yang akan dibangun saat ini, ada 197 tower di DKI Jakarta yang masih dalam tahap pengurusan perizinan. "197 tower itu diajukan oleh 29 pengembang," kata Yusuf.
Selain itu, tambah Yusuf, dalam rapat juga dibicarakan proposal dari PT Krakatau Steel yang menawarkan konstruksi baja untuk pembangunan rusun. Menurut Yusuf atas usulan PT Krakatau Steel tersebut diputuskan untuk ada proyek percontohan pembangunan rusun.
Menurut Dirut PT Krakatau Steel Fazwar Bujang konstruksi rusun dengan baja memiliki beberapa keunggulan. Pertama dari segi keamanan. Kedua, pengerjaannya bisa lebih cepat. Ketiga, biayanya lebih efisien (kompetitif). Keempat, adanya jaminan mutu yang sama (standar).
"Dalam hal ini, PT Krakatau Steel tak berkeinginan untuk jadi monopoli, tetapi harus ada standardisasi material sehingga terjamin mutunya," kata Fazwar.
