Selasa, 23 Desember 2014
Rupiah Lemah, Apartemen Sewa Lesu
Penulis : Frans Agung Setiawan | Selasa, 28 April 2009 | 19:52 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat hunian pada sektor pasar apartemen sewa pada kuartal pertama 2009 mengalami penurunan. Penyebab utamanya adalah melemahnya nilai rupiah terhadap mata uang dollar AS mengingat mayoritas harga sewa di sub sektor ini masih didominasi dalam rupiah.

Demikian diungkap Direktur Bidang Penelitian dan Konsultan Procon Utami Prastiana saat pemaparan hasil penelitian pasar properti Jakarta pada kuartal pertama 2009 di Jakarta, Selasa (28/4).

"Melemahnya pertumbuhan ekonomi global telah memberi tekanan terhadap tingkat permintaan dan harga sewa pada semua sektor apartemen sewa, meski tingkat pasokan tidak terlalu besar dalam dua tahun mendatang," kata Utami.

Pada kuartal ini, menurut Utami, ada 820 unit pasokan baru sehingga pasokan kumulatifnya menjadi 36.800 unit. Ia menambahkan, tingkat penyerapan apartemen sewa pada kuartal ini sebesar 115 unit. Tingkat penyerapan negatif dialami oleh sub sektor apartemen khusus sewa dan apartemen servis yang masing-masing sebesar minus 113 unit dan minus 43 unit secara berturut-turut. Untuk penyerapan positif hanya dicapai kondominium strata-title sebesar 270 unit.

"Hal ini disebabkan turunnya jumlah ekspatriat yang dipulangkan ke negaranya. Hal itu dikarenakan adanya efisiensi biaya perusahaan asing dari sektor minyak, gas dan manufaktur," kata Utami.

Utami juga memperkirakan tren penurunan tingkat permintaan akan terus berlanjut akibat resesi ekonomi. "Untuk dua tahun mendatang diperkirakan akan ada penambahan sejumlah 6.010 unit baru yang sebagian besar masih berasal dari kondominium stara-title sejumlah 4.710 unit. Tingkat permintaan diperkirakan akan berlanjut turun dengan semakin dalamnya dampak dari krisis global," ungkap Utami.