Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Perusahaan Pembiayaan Luruhkan Bunga
Senin, 9 Februari 2009 | 08:16 WIB
|
Share:
Kompas/Yuniadhi Agung
Seorang warga mendatangi penjual sepeda motor di Jalan Ciledug Raya, Jakarta, yang menawarkan kredit sepeda motor beberapa waktu lalu.
TERKAIT:

JAKARTA, SENIN — Pascapenurunan BI Rate sebesar 0,5 persen pada awal Februari lalu, perang suku bunga di sektor usaha pembiayaan kembali memanas. Bahkan, ada yang agresif memangkas bunga hingga 2 persen.

Sebelum BI Rate turun ke posisi 8,25 persen, PT Federal International Finance (FIF) berencana memotong bunga kreditnya sebesar 1 persen, Februari ini. "Namun, karena BI kembali menurunkan suku bunganya, kami tambah lagi, bukan 1 persen, tetapi 2 persen," ujar Suhartono, Presiden Direktur FIF, akhir pekan lalu.

Kini bunga pembiayaan FIF berada di kisaran 26 persen-32 persen. "Perbedaan suku bunga ini berdasarkan kondisi, area, kompetisi, dan juga besarnya risiko," imbuh Suhartono.

Tidak mau ketinggalan, PT Astra Sedaya Finance (ASF) pun menciutkan tingkat bunganya antara 50 basis poin hingga 70 basis poin atau 0,5 persen-0,7 persen. "Saat ini bunga kredit pembiayaan mobil di ASF berkisar 21 persen hingga 22 persen," beber Djony Bunarto Tjondro, Direktur Utama ASF.

Djony mengisyaratkan, bunga tersebut akan turun lagi karena penurunan tadi baru merespons penurunan BI Rate bulan Januari. "Untuk merespons penurunan BI Rate bulan Februari, multifinance akan menunggu respons dari perbankan terlebih dahulu," kata Djony.

Namun, tidak semua multifinance mengekor penurunan BI Rate. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) belum ingin menurunkan bunganya yang kini berkisar 32 persen. Soalnya, suku bunga ini masih kompetitif dengan suku bunga rata-rata industri. "Kala itu kenaikan suku bunga kredit kami relatif kecil daripada multifinance lain," ujar Suwandi Wiratno, Direktur Utama WOM Finance.

PT Adira Dinamika Multifinance juga masih enggan memotong bunganya yang kini berada di kisaran 30 persen-32 persen. "Kami perlu waktu untuk menghitung cost of fund dan basis pendanaan," tutur Stanley Admadja, Direktur Utama Adira.

Sepertinya, perusahaan pembiayaan harus bekerja lebih keras tahun ini. Pasalnya, penjualan otomotif tahun ini diramalkan turun 30 persen. "Penurunan bunga kredit akan sangat membantu industri pembiayaan otomotif," tandas Suhartono. (Nadia Citra Surya, Dyah Megasari, Andri Indradie/Kontan)

Sumber :
KONTAN

cari
 
Area
harga