Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
BNI Pimpin Sindikasi Pembiayaan PLTU Tanjung Awar-Awar
Wahyu Satriani Ari Wulan | Jumat, 30 Januari 2009 | 12:19 WIB
|
Share:
Kompas/Agung Yuniadhi
Petugas menyiapkan berkas para peserta tender pembangunan 10 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Jawa yang diselenggarakan di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (4/10)

JAKARTA, JUMAT — PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memimpin sindikasi bank untuk membiayai proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Awar-Awar, Jawa Timur. Proyek kelistrikan ini memiliki total investasi sebesar Rp 1,36 triliun.

"Proyek ini merupakan sektor bisnis berprospek sangat baik dalam beberapa tahun ke depan," kata Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo di Depkeu, Jakarta, Jumat (30/1). Hingga kini, menurut dia, permintaan pasar jauh lebih tinggi dibanding kapasitas PLN memasok listrik ke konsumen listrik.

Pembiayaan pembangkit listrik berkapasitas 2 x 350 MW tersebut, berasal dari pinjaman perbankan dengan total Rp 1,16 triliun (85 persen), di mana BNI memiliki andil sebesar Rp 635,4 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Rp 519,9 miliar. Selain itu, PT Perusahaan Listrik Negara Persero (PLN) mengeluarkan dana internalnya sebesar Rp 204 miliar (15 persen). Fasilitas pinjaman tersebut berjangka waktu 10 tahun, dengan grace period 3 tahun.

PLTU Tanjung Awar-Awar merupakan satu di antara proyek Fast Track Program PLN 10.000 MW dalam batch 5 paket 1 yang dikerjakan konsorsium China National Machinery Industry Corporation (Sinomach), China National Electric Equipment Corporation (CNEEC), dan PT Penta Adi Samudera. Hingga akhir Desember 2008, komitmen kredit sektor kelistrikan BNI mencapai Rp 8,32 triliun.


cari
 
Area
harga